508 Kartunis dari 66 Negara Ikut Lomba Kartun Astra Motor

Selasa, 04 April 2017 - 10:48 WIB
508 Kartunis dari 66...
508 Kartunis dari 66 Negara Ikut Lomba Kartun Astra Motor
A A A
JAKARTA - Ajang lomba Astra Motor International Cartoon Contest 2017 resmi ditutup pada 31 Maret 2017. Di luar dugaan panitia, jumlah kartunis yang berpartisipasi dalam lomba ini sangat banyak.

Sejak dibuka pada 5 Januari 2017 hingga penutupan, sebanyak 508 kartunis dari 66 negara mengikuti kontes tersebut. “Kami telah menerima sebanyak 1.404 karya,” kata Komisioner Lomba, Jitet Koestana di Semarang, Selasa (4/4/2017) dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.

Dalam lomba ini, kata Jitet, peserta mengirimkan karyanya dalam bentuk digital ke alamat email panitia.Kartunis senior Semarang itu menyampaikan, panitia telah melakukan seleksi awal untuk menentukan 300 nominator pada Minggu 2 April 2017. Seleksi dilakukan oleh tim juri yang beranggotakan Jitet dan Darminto M Sudarmo, pengamat humor Indonesia didampingi tim kreatif Semarang Cartoon Club (SECAC).

Penjaringan nominator lomba kartun Astra Motor berlangsung di rumah Darminto di Bukit Kencana Jaya, Semarang. Seleksi membutuhkan waktu cukup lama karena t jumlah karya yang masuk cukup banyak.

Seleksi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga petang. Tim juri bahkan harus beristirahat lebih dari tiga kali.

Jitet mengungkapkan, ada sejumlah temuan cukup mengagetkan. Satu di antaranya, banyak karya yang bagus dari segi teknik menggambar, namun tidak mengandung pesan untuk disampaikan.

“Perlu diolah lagi. Apa yang mau disampaikan tidak jelas. Perlu belajar semiotika dan menggali ide,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Jitet, ada kabar gembira untuk dunia kartun Indonesia, yakni munculnya nama-nama kartunis baru. Mereka kebanyakan masih remaja dan tidak tergabung dalam kelompok kartunis manapun. Namun mampu menunjukkan kualitasnya.

Jumlah kartunis dari dalam negeri yang berpartisipasi dalam lomba terbanyak, yaitu 218 kartunis. Menurut Jitet, secara teknis tidak kalah dari kartunis luar negeri. Namun untuk ide masih kalah.

“Kartunis luar, akarnya lebih kuat. Sekali gambar gagasannya matang. Mau buang saja sayang, karena bagus. Piye jal?” ujar lelaki yang beberapa kali diundang jadi juri internasional itu.

Jitet mengatakan, sebenarnya banyak hal yang bisa digarap dari tema transportasi yang diajukan panitia. Mulai dari lalu lintas, kendaraan hingga perlengkapan seperti helm. Namun tidak banyak peserta yang menggalinya.

Sementara itu, Darminto menilai lemahnya ide dalam kartun karena tidak diasah. Seorang kartunis harus bisa mengamati, mengevaluasi dan menganalisis masalah sosial yang ada.

Menurut dia, hal itu membutuhkan peran kelompok kartunis untuk mengarahkan. Jika perlu, kata dia, mendatangkan pakar untuk berdiskusi. Adapun, penjurian karya akan dilanjutkan pada 8 April 2017 mendatang. Hasil lomba akan diumumkan pada 25 April 2017 mendatang.
(dam)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved