HT Sebut Butuh Program Konkret agar Rakyat Indonesia Bisa Maju
Sabtu, 01 April 2017 - 00:06 WIB
HT Sebut Butuh Program Konkret agar Rakyat Indonesia Bisa Maju
A
A
A
JAKARTA - Membangun Indonesia ke depan membutuhkan program ekonomi konkret yang memberikan kesempatan masyarakat menengah ke bawah untuk maju.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT), saat Pemuda Perindo merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-1 di auditorium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).
Selama ini pemerintah cenderung membuat kebijakan probisnis. Sementara kebijakan prorakyat masih kurang dirasakan masyarakat bawah.
"Probisnis dan prorakyat harus seimbang, kesenjangan menyempit, menengah ke atas semakin besar, Indonesia lebih cepat maju," ungkap HT.
Menurut HT, kebijakan prorakyat adalah bentuk keberpihakan pemerintah dalam membangun masyarakatnya. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya butuh modal murah yang bisa didapat, pelatihan, dan proteksi.
"Untuk petani misalnya mereka membutuhkan lahan, akses modal murah, peralatan modern, dan kebijakan lainnya," ucapnya.
Tanpa keberpihakan seperti itu kata HT, masyarakat di bawah akan sulit untuk maju. Padahal dengan memajukan masyarakatnya, daerah akan terbangun. Ketika daerah terbangun, Indonesia akan memiliki kekuatan ekonomi yang mumpuni untuk menyejahterakan rakyatnya.
"Baik dalam hal pendidikan, kesehatan, papan, juga lapangan kerja. Saat ini pusat menyubsidi daerah. Ke depan harus dibalik, bangun daerah jadi pilar yang memperkuat ekonomi nasional," kata HT.
Dengan kontribusi daerah ke ekonomi nasional, maka Indonesia akan jauh lebih kuat. Namun hal tersebut hanya akan terjadi bila daerah dibangun dengan keberpihakan.
Lebih lanjut HT mengatakan, orientasi perjuangan Perindo adalah mensejahterakan masyarakat Indonesia, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan. Artinya seluruh rakyatnya sejahtera.
"Besaran ekonomi Indonesia tiga kali dari Singapura. Tapi masyarakat Singapura 15 kali lebih sejahtera dari Indonesia," tegas HT
HT menjelaskan, pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Selain militansi, visi yang terarah tersebut harus terus dijaga untuk menjadi organisasi yang kuat dan besar.
Untuk membangun organisasi dan sampai pada tujuan-tujuan tersebut, HT berpesan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. "Bangun kualitas SDM agar kader-kader muda bisa menjadi pemimpin yang baik," pungkas HT.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT), saat Pemuda Perindo merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-1 di auditorium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).
Selama ini pemerintah cenderung membuat kebijakan probisnis. Sementara kebijakan prorakyat masih kurang dirasakan masyarakat bawah.
"Probisnis dan prorakyat harus seimbang, kesenjangan menyempit, menengah ke atas semakin besar, Indonesia lebih cepat maju," ungkap HT.
Menurut HT, kebijakan prorakyat adalah bentuk keberpihakan pemerintah dalam membangun masyarakatnya. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya butuh modal murah yang bisa didapat, pelatihan, dan proteksi.
"Untuk petani misalnya mereka membutuhkan lahan, akses modal murah, peralatan modern, dan kebijakan lainnya," ucapnya.
Tanpa keberpihakan seperti itu kata HT, masyarakat di bawah akan sulit untuk maju. Padahal dengan memajukan masyarakatnya, daerah akan terbangun. Ketika daerah terbangun, Indonesia akan memiliki kekuatan ekonomi yang mumpuni untuk menyejahterakan rakyatnya.
"Baik dalam hal pendidikan, kesehatan, papan, juga lapangan kerja. Saat ini pusat menyubsidi daerah. Ke depan harus dibalik, bangun daerah jadi pilar yang memperkuat ekonomi nasional," kata HT.
Dengan kontribusi daerah ke ekonomi nasional, maka Indonesia akan jauh lebih kuat. Namun hal tersebut hanya akan terjadi bila daerah dibangun dengan keberpihakan.
Lebih lanjut HT mengatakan, orientasi perjuangan Perindo adalah mensejahterakan masyarakat Indonesia, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan. Artinya seluruh rakyatnya sejahtera.
"Besaran ekonomi Indonesia tiga kali dari Singapura. Tapi masyarakat Singapura 15 kali lebih sejahtera dari Indonesia," tegas HT
HT menjelaskan, pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Selain militansi, visi yang terarah tersebut harus terus dijaga untuk menjadi organisasi yang kuat dan besar.
Untuk membangun organisasi dan sampai pada tujuan-tujuan tersebut, HT berpesan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. "Bangun kualitas SDM agar kader-kader muda bisa menjadi pemimpin yang baik," pungkas HT.
(maf)