Akademisi Ini Ingin Posisi Penasihat dan Pimpinan KPK Sejajar
Minggu, 26 Maret 2017 - 16:12 WIB
Akademisi Ini Ingin Posisi Penasihat dan Pimpinan KPK Sejajar
A
A
A
JAKARTA - Wacana posisi sejajar bagi penasihat dan pemimpin KPK dalam struktur organisasi lembaga antikorupsi mengemuka dalam tes tahap III (tes wawancara) terhadap 13 calon penasihat KPK.
Wacana tersebut diungkapkan Burhanudin, seorang akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidyatullah Jakarta, saat menjalani tes wawancara di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/3/2017).
Burhanudin mengatakan, posisi yang sejajar itu dibutuhkan agar KPK lebih transparan dalam melaporkan hasil kinerjanya. Dalam posisi yang sejajar tersebut, Penasihat KPK akan memberikan laporan langsung kepada masyarakat, DPR, dan Presiden.
"Sehingga nantinya tidak ada dualisme kepemimpinan," kata Burhanudin.
Dalam kesempatan itu, pansel Penasihat KPK mengajukan pertanyaan apakah Burhanudin pernah aktif di partai politik. Pertanyaan lainnya, terkait apa peran Burhanudin bila nantinya terpilih sebagai penasihat KPK.
Burhanudin menilai, dua pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan paling substantif mengingat posisi penasihat KPK sangat strategis untuk memberi pertimbangan kepada pimpinan dalam menangani suatu kasus.
"Penasihat KPK ini penting untuk memberikan pertimbangan kepada pimpinan terhadap kinerja KPK. Jangan sampai nanti KPK dalam penindakan salah tangkap," ucap Burhanudin.
Wacana tersebut diungkapkan Burhanudin, seorang akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidyatullah Jakarta, saat menjalani tes wawancara di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/3/2017).
Burhanudin mengatakan, posisi yang sejajar itu dibutuhkan agar KPK lebih transparan dalam melaporkan hasil kinerjanya. Dalam posisi yang sejajar tersebut, Penasihat KPK akan memberikan laporan langsung kepada masyarakat, DPR, dan Presiden.
"Sehingga nantinya tidak ada dualisme kepemimpinan," kata Burhanudin.
Dalam kesempatan itu, pansel Penasihat KPK mengajukan pertanyaan apakah Burhanudin pernah aktif di partai politik. Pertanyaan lainnya, terkait apa peran Burhanudin bila nantinya terpilih sebagai penasihat KPK.
Burhanudin menilai, dua pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan paling substantif mengingat posisi penasihat KPK sangat strategis untuk memberi pertimbangan kepada pimpinan dalam menangani suatu kasus.
"Penasihat KPK ini penting untuk memberikan pertimbangan kepada pimpinan terhadap kinerja KPK. Jangan sampai nanti KPK dalam penindakan salah tangkap," ucap Burhanudin.
(maf)