E-Voting Sulit Diterapkan di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

Rabu, 15 Maret 2017 - 21:20 WIB
E-Voting Sulit Diterapkan...
E-Voting Sulit Diterapkan di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Penerapan pemilihan berbasis elektronik (e-voting) di Indonesia nampaknya belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan sebelum model pemilihan berbasis teknologi itu bisa digunakan.

Pertama soal kesiapan peralatan, menurut Hadar dengan didukung oleh teknologi yang canggih, tentu akan berimplikasi pada penyediaan anggaran yang cukup besar.

Dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang mencapai 546.278 se Indonesia tentunya akan sangat besar biaya yang harus dikeluarkan untuk proses pengadaan perlengkapannya.

"Kalau satu alat katakanlah seharga Rp10 juta, silakan saja dihitung berapa biaya pengadaan peralatannya. Itu baru peralatan," kata Hadar di kantornya Rabu (15/3/2017).

Belum lagi proses perawatan mesin yang harus dilakukan secara berkala. Menurut Hadar, kondisi mesin e-voting harus dipastikan selalu dalam keadaan baik. Bahkan di beberapa negara guna mengantisipasi kerusakan, mereka menyediakan mesin cadangan di setiap TPS.

"Hal ini penting untuk mengantisipasi kerusakan apabila hendak digunakan," tutur Hadar.

Sisi lain yang harus diperhatikan, ketika menerapkan e-voting adalah model pemilu di Indonesia yang akan menggunakan sistem serentak, antara pemilihan legislatif serta presiden.

Hadar mempertanyakan sistem seperti apa yang nantinya dapat mengakomodir model pemilihan yang kompleks tersebut, mengingat di negara lain sistem pemilihannya terhitung sederhana. "Sementara ini rumit, harus dipersiapkan betul," ucap Hadar.

Lainnya yang juga harus dipersiapkan adalah sumberdaya manusia (SDM) yang akan menjalankan mesin tersebut. Pelatihan dan peningkatan pemahaman terhadap teknologi mesin menjadi penting sebab tantangan dan potensi gangguan juga akan semakin besar.

"Jangan sampai kita tergantung pada kecanggihan alat yang setiap waktu akan berkembang dan menyebabkan kita tergantung pada pihak yang menyediakan alat," tegas Hadar.
(maf)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Pemilu Sesuai UU, KPU:...
Pemilu Sesuai UU, KPU: 14 Februari 2024 Pemungutan Suara Capres dan Caleg
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
KPU RI: Debat Capres...
KPU RI: Debat Capres Digelar 3 Kali, Cawapres 2 Kali
Berita Terkini
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved