Mendagri Klaim E-Voting Bisa Digunakan di Pilkada 2018

Rabu, 15 Maret 2017 - 18:10 WIB
Mendagri Klaim E-Voting...
Mendagri Klaim E-Voting Bisa Digunakan di Pilkada 2018
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku pihaknya tengah menganggarkan pembuatan Kartu Tanda Penduduk‎ elektronik (e-KTP). Bahkan pihaknya telah menganggarkan kembali untuk melanjutkan program identitas kependudukan tersebut.

‎"Anggaran baru, yang semua (anggaran kementerian/lembaga) dipotong oleh Ibu Menteri Keuangan, (anggaran e-KTP) dari kami tidak dipotong," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Menurutnya, pembuatan e-KTP ditargetkan tepat waktu dan bisa didistribusikan kepada masyarakat yang sudah melakukan perekaman. Bahkan Tjahjo mengklaim, e-KTP tersebut siap digunakan pada Pemilu 2019, jika DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghendaki sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting.

‎"Termasuk pilkada 2018 bertahap mau e-voting, kuncinya 178.000 sekian, ada tambahan mungkin sampai 3 juta (e-KTP) siap, oke," ucapnya.

Tjahjo tidak menyebutkan berapa anggaran yang disiapkan untuk membuat e-KTP tersebut. Namun jika dibandingkan dengan anggaran e-KTP yang bermasalah‎ sebelumnya, tidak berbeda jauh.

Menurut Tjahjo, jika anggaran e-KTP sebelumnya sekitar Rp47.000 per KTP, dan di-mark up menjadi Rp16.000, maka kali ini diangga‎rkan di bawah harga Rp10.000.

Anggaran itu mengacu pada kurs dollar selama lima tahun yang terus meningkat, ongkos produksi dan problem pembuatan e-KTP yang dicetak di luar negeri.

‎"Itu yang mungkin problem. Tapi secara fisik tim kami yang 68 pejabat dipanggil bisa menghambat (pembuatan e-KTP) tadi terlambat. Jadi mohon maaf kepada masyarakat," ungkapnya.

Soal kualitas, Menteri asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ‎itu belum bisa menjamin seluruhnya. Namun dia meyakini, jika tender e-KTP dilakukan secara jelas, maka hasilnya akan lebih baik.

‎"Yang penting itu lebih bagus. Sehingga jangan sampai ada chip-nya yang enggak ‎diakses semua pihak enggak bisa connect, itu kan semua perbankan sudah muncul," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Pemilu Sesuai UU, KPU:...
Pemilu Sesuai UU, KPU: 14 Februari 2024 Pemungutan Suara Capres dan Caleg
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
KPU RI: Debat Capres...
KPU RI: Debat Capres Digelar 3 Kali, Cawapres 2 Kali
Berita Terkini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved