Pemerintah Harus Usut Tuntas TKI Kehilangan Ginjal

Senin, 27 Februari 2017 - 20:27 WIB
Pemerintah Harus Usut...
Pemerintah Harus Usut Tuntas TKI Kehilangan Ginjal
A A A
JAKARTA - Komisi IX DPR yang fokus mengawasi ketenagakerjaan meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di Qatar dan kehilangan satu ginjal karena diambil oleh majikannya, Sri Rabitah.

Tentunya kasus ini memprihatinkan karena tidak ada jaminan perlindungan terhadap keselamatan dan perlindungan TKI.

"Kami minta Pemerintah untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa Sri Rabitah, mantan TKW di Qatar," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (27/2/2017).

"Jika betul bahwa dia kehilangan ginjal karena 'diambil' oleh majikannya, pemerintah harus mengambil tindakan tegas. Modus seperti ini tentu sangat menyedihkan, mengkhawatirkan, dan memprihatinkan," imbuhnya.

Menurut Saleh, hal ini tidak bisa dibiarkan karena meski hanya satu organ tubuh yang diambil, ini sama dengan human trafficking. Apa pun alasannya, modus seperti ini tidak manusiawi dan tidak bisa diterima.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) semestinya segera melakukan investigasi untuk menelusuri pihak yang terlibat, mulai dari perusahaan yang memberangkatkan, agen penempatan di luar negeri, bahkan sampai majikan yang terlibat.

"Kalau Sri Rabitah berangkat secara resmi, tentu jejak pemberangkatan dan penempatannya akan mudah dilacak. Sebab pemerintah tetap memiliki otoritas untuk mengeluarkan izin," jelasnya.

Karena itu Saleh menegaskan, semua pihak yang terlibat harus ditindak secara tegas. Untuk urusan di dalam negeri, pihak kepolisian diharapkan bisa melakukan investigasi. Sementara yang berurusan dengan pihak agen di luar negeri, pemerintah bisa melakukan kerja sama dengan berbagai pihak di sana.

Selain itu, politikus PAN itu menambahkan, pemerintah juga harus meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan agar kasus yang sama tidak terjadi lagi.

"Seluruh pekerja Indonesia di luar negeri harus mendapatkan jaminan perlindungan dan keamanan. Kalau tidak ada perlindungan dan keamanan, mereka tidak sepatutnya dikirim untuk bekerja di sana," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan ke-2 Hari Ini, Roy Suryo Siap Dengarkan Jawaban Polda Metro Jaya
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Gerindra Dorong Evaluasi Total Sistem Pengawas Internal Kejaksaan
Ungkap Asal Usul Ide...
Ungkap Asal Usul Ide KDMP, Prabowo: Agar Rakyat Tak Terjerat Lintah Darat
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved