Dalami Polemik Ahok, PPP Sarankan DPR Minta Pendapat Ahli Hukum

Kamis, 23 Februari 2017 - 13:33 WIB
Dalami Polemik Ahok,...
Dalami Polemik Ahok, PPP Sarankan DPR Minta Pendapat Ahli Hukum
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai kerja Komisi II DPR dalam mendalami polemik keputusan pemerintah mengaktifkan kembali‎ Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta masih belum maksimal.

Pasalnya sampai kini Komisi II baru meminta penjelasan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. "Itu yang di Komisi II itu belum maksimal karena (pertemuan) baru dengan Mendagri," ujar Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP)‎ Arsul Sani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Dia menyarankan Komisi II mengundang ahli hukum untuk mendalami secara khusus polemik pengaktifan kembali Ahok itu.

"Ini kan persoalan hukum, yang terdapat perbedaan pandangan. Jadi itu harus didalami betul. Tidak persoalan hukum kemudian hanya kita lihat, atau lebih dominan sudut pandang politiknya," kata Anggota Komisi III DPR ini. (Baca Juga: Mendagri: Saya Bemperi Pak Jokowi, Bukan Ahok )

Menurut Arsul, PPP lebih memilih penyelesaian polemik pengaktifan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta di Komisi II DPR ketimbang menggunakan hak angket.

"Memang sudut pandang hukum PPP kebetulan sama dengan sudut pandang teman-teman fraksi yang mengusung hak angket. Tapi posisi PPP mengatakan, itu tidak perlu diselesaikan dengan hak angket‎," katanya.

Kemarin, Komisi II DPR meminta penjeldan Mendagri Tjahjo Kumolo mengenai polemik jabatan Ahok.

Dalam rapat tersebut, beberapa anggota Komisi II DPR menyinggung keputusan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri yang kembali mengaktifkan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
(dam)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
DPR Sebut Tindakan Penganiayaan...
DPR Sebut Tindakan Penganiayaan Perawat Jauh dari Norma dan Adat Istiadat
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved