Polri Beberkan Kasus Tuduhan Pasukan RI Selundupkan Senpi di Sudan

Senin, 23 Januari 2017 - 20:39 WIB
Polri Beberkan Kasus...
Polri Beberkan Kasus Tuduhan Pasukan RI Selundupkan Senpi di Sudan
A A A
JAKARTA - Otoritas keamanan Sudan menahan kepulangan 139 personel Formed Police Unit (FPU) VIII, di Darfur, Sudan. Kontingen pasukan perdamaian asal Indonesia itu dipastikan terlambat kembali ke Tanah Air karena dituduh berupaya menyelundupkan senjata api.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengungkapkan tim FPU VIII yang tertahan kepulangannya telah bertugas di Darfur, Sudan sejak satu tahun lalu.

Polri mencatat tim FPU VIII tiba di Sudan pada 15 Desember 2015. "Dalam rangka bergabung dengan unit lain di bawah PBB melaksanakan misi perdamaian selama satu tahun," ujar Martin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017). (Baca juga: Selundupkan Senjata, Pasukan Perdamaian Indonesia di Sudan Ditangkap)

Menurut Martin, tim FPU pimpinan AKBP Jhon Huntal Hutajulu itu rencananya kembali ke Tanah Air pada 19 Januari 2017, setelah dilakukan serah terima tugas dengan Tim FPU IX yang baru tiba dari Indonesia pada hari yang sama.

Mengutip pernyataan Hutajulu, Martin mengatakanseluruh barang milik FPU VIII telah diangkut dari Garuda Camp menuju Bandara Sudan pada 15 Januari 2017. Barang dimasukkan dalam dua kontainer dan dikawal 40 personel FPU.

Di bandara, barang-barang tersebut kemudian diperiksa di ruang x-ray lalu ditumpuk di satu tempat. Martin menuturkan, salah satu tim FPU VIII menyaksikan ada tumpukan barang lain yang terletak sekitar 10 meter dari tumpukan barang milik kontingen Indonesia. (Baca juga: Anggota Diduga Selundupkan Senpi, Polri Kirim Tim ke Sudan)

Lantas, lanjut Martin, polisi Sudan yang berada di lokasi bertanya apakah barang-barang tersebut milik kontingen Indonesia. Pertanyaan diulang beberapa kali. Kontingen Indonesia secara tegas menjawab tidak.

"Tasnya berbeda. Kemudian ada satu orang (polisi Sudan) panggil teman dan masukkan barang-barang itu ke mesin x-ray. Kemudian ada tuduhan pasukan Indonesia ingin lakukan penyelundupan," kata Martin.

Dansatgas FPU VIII, Hutajulu yang kini masih berada di Sudan memastikan tas yang belakangan diketahui berisi senjata api itu bukan milik kontingen Indonesia. "Dipastikan (tas) itu bukan milik pasukan Indonesia," kata Martin menirukan ucapan Hutajulu.
(dam)
Berita Terkait
Wacana Kepemilikan Senjata...
Wacana Kepemilikan Senjata Api, Psikolog: Harus Ditolak
Warga Sipil Boleh Punya...
Warga Sipil Boleh Punya Senjata Api, Ini Syarat dan Jenisnya
Perlu Evaluasi Besar...
Perlu Evaluasi Besar Senjata Api TNI-Polri
Propam Gelar Pemeriksaan...
Propam Gelar Pemeriksaan Senjata Api Polisi di Polres Tegal
Daftar 22 Senapan Andalan...
Daftar 22 Senapan Andalan Brimob, dari Senapan Serbu hingga Peluncur Roket
Soal Sipil Boleh Pakai...
Soal Sipil Boleh Pakai Pistol, Polri Sebut Ada Regulasi yang Mengatur
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved