KSPI Minta DPR Tak Hanya Fokus pada Data TKA Ilegal

Selasa, 17 Januari 2017 - 05:25 WIB
KSPI Minta DPR Tak Hanya...
KSPI Minta DPR Tak Hanya Fokus pada Data TKA Ilegal
A A A
JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta Komisi IX DPR tidak hanya fokus pada persoalan kesimpangsiuran data tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Indonesia.

Pasalnya, KSPI menilai jumlah 10 juta TKA ilegal yang pernah dibantah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi kenyataan nantinya.

"RDP (Rapat dengar pendapat) ini jangan hanya main data, ‎itu jelas yangg data anggota KSPI, tapi menteri ngotot, akhirnya kalau kita diundang diskusi cuma debat data," kata Presiden KSPI Said Iqbal usai RDP bersama Komisi IX DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Menurutnya, kondisi saat ini terkait keberadaan TKA ilegal sudah kritis, walau pun belum membahayakan. ‎"Sekali lagi, jangan main data saja, memang data perlu," katanya.

Said menyebutkan, kritikan KSPI terhadap keberadaan TKA ilegal agar pemerintah tergugah.

Menurut dia, mencari pihak penyebar informasi jumlah TKA ilegal hoax ketimbang menyelesaikan inti persoalan adalah suatu kekeliruan.

KSPI pun menolak kebijakan bebas visa yang diduga menjadi penyebab datangnya TKA ilegal ke Indonesia.

Sebab, kebijakan itu dianggap tidak memiliki manfaat bagi Indonesia. ‎"Bahkan mengancam hajat hidup dan kesempatan pekerjaan yang layak bagi Indonesia," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR ‎Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan RDP pada Senin 16 Januari 2017 untuk mencari informasi terlebih dahulu, terutama data yang dimiliki KSPI dan serikat buruh.‎

"Jadi itu akan kita bandingkan, kita sandingkan dengan apa yang kita punya," kata Saleh.

Menurut Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, ‎jika data TKA ilegal valid, maka tidak akan ada silang sengketa antara DPR dengan pemerintah.

"Kalau pun ada silang sengketa data kita adu datanya, lalu yang paling penting bukan adu data itu, tapi adu cara menyelesaikan masalah itu," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kerap Bikin Onar, 16...
Kerap Bikin Onar, 16 WNA di Cengkareng Ditangkap!
Tampang Pelaku Penusukan...
Tampang Pelaku Penusukan WNA China di Cengkareng ketika Diborgol
Warga Asing Silakan...
Warga Asing Silakan Masuk Indonesia, Ini Kriterianya
Bikin Onar, 620 WNA...
Bikin Onar, 620 WNA Diusir dari Indonesia
Wow! 280.000 Wisatawan...
Wow! 280.000 Wisatawan Asing Datang ke Bali Rayakan Pergantian Tahun
Tak Miliki Paspor, 3...
Tak Miliki Paspor, 3 WNA Asal Korea Diamankan Imigrasi Kerinci Saat di Hotel
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
Resmi, DPR Akhirnya...
Resmi, DPR Akhirnya Minta TikTok Angkat Kaki dari AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved