Fadli Zon: Pemblokiran Media Online Tak Boleh Diskriminatif

Selasa, 03 Januari 2017 - 19:29 WIB
Fadli Zon: Pemblokiran...
Fadli Zon: Pemblokiran Media Online Tak Boleh Diskriminatif
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah mengontrol pemberitaan media online kembali memunculkan kontroversi. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali memblokir situs berita yang dianggap menyebarkan konten ilegal.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon sangat menyesalkan tindakan tersebut. Selain dapat melanggar konstitusi, pemblokiran yang sewenang-wenang juga mengancam kebebasan berpendapat yang telah dibangun.

”Kebijakan pemblokiran harus dijalankan secara transparan serta melalui mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan,” katanya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Selasa (3/1/2017).

Kemenkominfo punya tata kelola yang harus dijalankan sebelum melakukan pemblokiran. Ada proses pendahuluan. Baik itu verifikasi, pemanggilan pengelola situs hingga akhirnya diputuskan, apakah cukup dengan peringatan keras atau layak mendapatkan sanksi pemblokiran.

Para pengelola situs juga memiliki identitas yang jelas dan resmi. Dengan demikian tidak sulit untuk verifikasi dan pemanggilan. ”Pemerintah harus melakukan sesuai prosedur, agar tidak subjektif,” tuturnya.

Fadli Zon menekankan bahwa publik berhak tahu prosedur serta alasan pemblokiran. Dalam UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, diatur bahwa masyarakat berhak mengetahui dasar dari setiap keputusan yang diambil oleh lembaga pemerintah.

Hal lain yang justru penting untuk dikontrol serta ditertibkan adalah keberadaan akun-akun palsu yang melakukan fitnah dan hujatan. ”Namun ini tidak dilakukan dan bahkan dibiarkan,” ujar wakil ketua umum Partai Gerindra ini.

Ketua umum DPN HKTI ini meminta agar Kemenkominfo tidak gegabah dan diskriminatif dalam mengontrol situs-situs di dunia maya. Upaya pemblokiran harus dijalankan secara transparan dan sesuai prosedur. Agar jaminan terhadap kebebasan berpendapat tetap dapat dipelihara.
(poe)
Berita Terkait
Jadi Alat Propaganda,...
Jadi Alat Propaganda, DPD: Hoaks Ancam Persatuan Bangsa
Percepatan Teknologi...
Percepatan Teknologi Dorong Transformasi Media Sosial
Media Punya Peran Penting...
Media Punya Peran Penting Menjaga Kredibilitas Informasi
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Hoax dan Ujaran Kebencian...
Hoax dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Jadi Ancaman Demokrasi
Pengamat Sebut Influencer...
Pengamat Sebut Influencer Dibutuhkan untuk Sampaikan Informasi
Berita Terkini
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved