Menaker Pastikan Negara Jamin Hak-hak Pekerja Migran

Kamis, 15 Desember 2016 - 19:54 WIB
Menaker Pastikan Negara...
Menaker Pastikan Negara Jamin Hak-hak Pekerja Migran
A A A
JAKARTA - Menjadi pekerja migran merupakan hak tiap warga negara. Tugas negara adalah menjamin warga mendapatkan hak secara baik, termasuk nasib pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

”Pemerintah terus memperbaiki regulasi, melindungi, memberi pelatihan, membantu menempatkan secara murah dan transparan, memberikan informasi lowongan, serta menjamin hak pekerja migran lainnya,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri di hadapan sekitar 500 mantan dan calon pekerja migran di ruang Tri Dharma, Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (15/12/2016) dalam rilis yang diterima SINDOnews.

Para mantan dan calon TKI ini berkumpul untuk memperingati hari pekerja migran internasional (migrant day) yang jatuh tiap 18 Desember. Mereka berkumpul untuk bersyukur dan berdoa. Setelah berdoa serta potong tumpeng, mereka bernyanyi dan berfoto selfie bersama Hanif. Mereka juga memberikan kenang-kenangan bunga dan karikatur kepada Menaker.

Hanif mengaku, sebagai anak mantan pekerja migran dia memiliki ikatan batin dengan pekerja migran. Dia faham bagaimana pengorbanan dan perjuangan TKI di luar negeri. Dia pun berjanji untuk senantiasa memperhatikan nasib dan kesejahteraan buruh migran Indonesia.

Dalam acara ini, Hanif mengimbau para pekerja migran mengikuti pelatihan ketrampilan kerja, mempelajari budaya dan bahasa negara tujuan sebelum berangkat. ”Penguasaan ketrampilan, memahami budaya dan bahasa akan mengurangi risiko kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, Hanif mengancam menindak tegas dan mencabut izin pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) atau perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang merugikan pekerja migran.

Nur Aini, salah satu pekerja migran asal Lampung Timur memilih bekerja di luar negeri karena ingin memperbaiki nasib keluarga. Sebelumnya Nur bekerja di Singapura dan kini bersiap berangkat ke Taiwan. ”Alhamdulillah sudah bisa beli tanah, bangun rumah, dan menyekolahkan anak,” ujarnya.

Sementara Asyadani, wanita asal Lombok Tengah tertarik bekerja di luar negeri karena melihat keberhasilan tetangganya. Dia kini bersiap bekerja di Brunei Darussalam.
(poe)
Berita Terkait
Pekerja Migran Kembali...
Pekerja Migran Kembali ke Luar Negeri Dilakukan Bertahap
Berkat Driver Ojol,...
Berkat Driver Ojol, Penampungan Tenaga Kerja Ilegal Digerebek Polisi
119 TKI Ilegal Tiba...
119 TKI Ilegal Tiba di Pelabuhan Bom Tanjung Tiram Tadi Malam
Mau Dikirim Kembali...
Mau Dikirim Kembali ke Luar Negeri, Calon Pekerja Migran Harus Punya Kriteria Ini
TKI dari Malaysia Diduga...
TKI dari Malaysia Diduga Terinfeksi Corona Diusir dan Nyaris Dihajar Warga
Ari Andini, TKI yang...
Ari Andini, TKI yang Sakit Tulang Belakang Dipulangkan dari Malaysia
Berita Terkini
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Pengacara Ungkap Roy...
Pengacara Ungkap Roy Suryo-Tifa Merasa Diperlakukan Seperti Bukan Anak Bangsa saat Ditangkap Polisi
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved