Jaffray Bittikaka Minta Kader Perindo Sultra Maksimal Bangun Masyarakat
Minggu, 27 November 2016 - 00:18 WIB
Jaffray Bittikaka Minta Kader Perindo Sultra Maksimal Bangun Masyarakat
A
A
A
TIRAWUTA - Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sulawesi Tenggara Jaffray Bittikaka terus berupaya menggenjot militansi kader dengan terus melakukan konsolidasi antarpengurus. Dia meminta seluruh kader partai berlambang rajawali itu untuk memaksimalkan program partai yang membangun masyarakat, khususnya kalangan menengah bawah.
"Partai Perindo hadir untuk membangun masyarakat belum produktif menjadi produktif," ujarnya saat memimpin rapat konsolidasi DPD, DPRt dan sayap Partai Perindo se-Kolaka Timur di Tirawuta, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (25/11/2016).
Dia mengungkapkan, selama ini pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati kalangan elit di kota-kota besar. Sementara kalangan menengah bawah seperti petani, nelayan, buruh dan pelaku UMKM tak terbangun dengan baik.
"Masyarakat yang belum mapan dan tidak produktif lebih banyak. Mereka mayoritas di negara kita," katanya.
Selain kesenjangan kesejahteraan masyarakat, Jaffray juga mengungkapkan kesenjangan pembangunan antardaerah yang terus melebar.
Dalam skala provinsi, kesenjangan itu juga terjadi di Sultra. "Dari 17 kabupaten/kota hanya beberapa kabupaten yang sudah mapan. Di antaranya, Kendari, Baubau, Kolaka dan Kolaka Utara," tuturnya.
"Partai Perindo hadir untuk membangun masyarakat belum produktif menjadi produktif," ujarnya saat memimpin rapat konsolidasi DPD, DPRt dan sayap Partai Perindo se-Kolaka Timur di Tirawuta, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (25/11/2016).
Dia mengungkapkan, selama ini pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati kalangan elit di kota-kota besar. Sementara kalangan menengah bawah seperti petani, nelayan, buruh dan pelaku UMKM tak terbangun dengan baik.
"Masyarakat yang belum mapan dan tidak produktif lebih banyak. Mereka mayoritas di negara kita," katanya.
Selain kesenjangan kesejahteraan masyarakat, Jaffray juga mengungkapkan kesenjangan pembangunan antardaerah yang terus melebar.
Dalam skala provinsi, kesenjangan itu juga terjadi di Sultra. "Dari 17 kabupaten/kota hanya beberapa kabupaten yang sudah mapan. Di antaranya, Kendari, Baubau, Kolaka dan Kolaka Utara," tuturnya.
(nug)