Pemerintah Diminta Tidak Baper Tanggapi Isu Makar

Jum'at, 25 November 2016 - 08:05 WIB
Pemerintah Diminta Tidak...
Pemerintah Diminta Tidak Baper Tanggapi Isu Makar
A A A
JAKARTA - Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) akan menggelar Kongres I KA KAMMI di Bandung pada tanggal 26-27 November 2016 mendatang.

Dalam kongres ini akan dirumuskan rekomendasi resmi Alumni KAMMI sebagai respons terhadap situasi kebangsaan yang sedang terjadi di Indonesia, salah satunya terkait persoalan dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga isu makar yang dihembuskan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Anggota Presidium KA KAMMI Akbar Zulfakar mengatakan, pihaknya memandang penting persoalan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok lantaran telah menyita energi rakyat.

Terlebih, kini muncul isu makar yang dihembuskan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menyikapi demonstrasi 2 Desember mendatang. Karenanya, ucap Akbar, isu kebangsaan ini perlu disikapi dengan jernih.

"Ancaman kebhinekaan lewat isu ini terlalu riskan. Terlalu sensitif. Kami akan memasifkan upaya merajut kebhinekaan," ujar Akbar saat berbincang dengan Sindonews, Kamis 24 November 2016.

Lebih lanjut, Akbar menilai pemerintah dalam hal ini Kapolri terlalu gegabah menghembuskan isu upaya makar yang bakal memboncengi demonstrasi 2 Desember mendatang.

Menurut Akbar, isu makar adalah isu elitis. Sementara masyarakat tidak mengenal istilah makar dalam kosakata sehari-hari. "Di masyarakat tidak ada, tapi sengaja dihembuskan oleh elite politik," ucap mantan anggota DPR dari Fraksi PKS ini.

Jika terus dibiarkan, Akbar mengaku hawatir isu makar yang dihembuskan oleh pemerintah ini akan membuat gaduh dan dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Karenanya, Akbar meminta pemerintah lebih sensitif melihat dinamika sosial kemasyarakatan dan tidak gegabah menanggapi isu yang muncul di masyarakat.

"Amerika, Australia, dan bangsa lain sedang mengintip kita. Bangsa lain bisa masuk lewat isu itu. Pemerintah jangan terlalu cepat baper (bawa perasaan) melihat protes masyarakat lantas dicap sebagai makar," tegas Akbar.
(kri)
Berita Terkait
Aliansi BEM SI Orasi...
Aliansi BEM SI Orasi di Bundaran Patung Kuda, TNI-Polri Siaga
Manajemen Arema FC Tidak...
Manajemen Arema FC Tidak Empati, Aremania Minta Maaf kepada Insan Sepak Bola Indonesia
AASB Serukan Buruh Siaga...
AASB Serukan Buruh Siaga untuk Aksi Demo Selanjutnya
3 Negara yang Dilanda...
3 Negara yang Dilanda Demo Besar pada Pertengahan 2024
Aksi Bakar Ban Warnai...
Aksi Bakar Ban Warnai Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved