Mengaitkan Aksi 2 Desember dengan Makar, Pemerintah Sedang Panik

Senin, 21 November 2016 - 20:41 WIB
Mengaitkan Aksi 2 Desember...
Mengaitkan Aksi 2 Desember dengan Makar, Pemerintah Sedang Panik
A A A
JAKARTA - Respons aparat mengatkan rencana aksi demonstrasi 2 Desember mendatang dengan upaya makar dianggap sangat prematur. Sikap tersebut menujukkan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sedang panik dan berupaya meredam rencana aksi tersebut.

Pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI) Andri W Kusuma mengatakan, Indonesia sebagai demokrasi, aparat keamanan harusnya dewasa menyikapi rencana aksi demonstrasi besar-besaran. Sikap aparat menyikapi aksi demonstrasi dengan mengaitkan makar semakin menunjukkan aparat keamanan tidak siap dalam mengantisipasi aksi demonstrasi itu.

"Apalagi Kapolri terpaksa harus road show ke beberapa pihak dan lain-lain," ujar Andri kepada wartawan, Senin (21/11/2016).

Dia juga mengkritik kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) kurang maksimal dalam menghadapi rencana aksi demonstrasi masyarakat yang menuntut keadilan dalam proses hukum dugaan penistaan agama. Menurutnya, BIN jangan hanya fokus pada persoalan terorisme saja.

Atas dasar itu, kata dia revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang sedang digodok di DPR segera diselesaikan dengan menambah kewenangan tertentu dan terbatas pada BIN. Harapanya, BIN dapat mendeteksi dan mencegah lebih dini bisa dilakukan dengan maksimal.

"Sehingga ke depannya negara tidak perlu panik dan gamang dalam menghadapi dan mengantisipasi masalah-masalah kemungkinan terjadi. Utamanya dalam menghadapi aksi 2 Desember agar tidak menimbukan rasa takut di tengah masyarakat seperti saat ini," ucapnya. (Baca: Penjelasan Kapolri Soal Rencana Aksi 2 Desember dan Agenda Makar)

Rencana aksi demonstrasi jutaan masyarakat 2 Desember mendatang karena merasa kecewa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok belum ditahan. Bareskrim Mabes Polri sudah menyatakan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
(kur)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Pemilik Sekolah Selamat...
Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
3 Wanita Bersumpah Injak...
3 Wanita Bersumpah Injak Alquran, MUI Karawang Lakukan Bimbingan dan Pertobatan
Identifikasi Posisi...
Identifikasi Posisi Terhadap KRB Gunung Merapi, Gunakan Cekposisi
PSI Kecam Aksi Pelecehan...
PSI Kecam Aksi Pelecehan Terhadap Kitab Suci Alquran di Norwegia
Trump Dituduh Melakukan...
Trump Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Model
Berita Terkini
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Sangkal Isu Reshuffle,...
Sangkal Isu Reshuffle, Mensesneg: Evaluasi Tak Selalu Berujung Pergantian Menteri
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved