Tuding Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik, Jokowi Dicibir

Sabtu, 05 November 2016 - 12:39 WIB
Tuding Demo 4 November...
Tuding Demo 4 November Ditunggangi Aktor Politik, Jokowi Dicibir
A A A
JAKARTA - ‎Dengan menuding demonstrasi aksi 'Bela Islam II' ditunggangi aktor politik dinilai sebagai bukti bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal menciptakan stabilitas nasional. Peran aktor politik yang menjadi tuduhan Presiden Jokowi terhadap demonstrasi itu dinilai jawaban pemerintah yang tidak peduli dengan keadaan sosial politik di masyarakat.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono ‎mengatakan, perlu diingat bahwa demonstrasi aksi 'Bela Islam II' bukan dilaksanakan mendadak. Dikatakannya, semenjak dua minggu sebelum aksi sudah dikabarkan. (Baca: Jokowi Sebut Demo 4 November Telah Ditunggangi Aktor Politik)

"Seharusnya kalau Joko Widodo memang tidak punya kemampuan sebagai presiden dan sense of crisis, justru unjuk rasa besar-besaran tidak akan terjadi. Misalnya, langsung meminta Kapolri dan jajarannya untuk memeriksa secara cepat dan marathon untuk membuktikan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/11/2016).

Karena, lanjut dia, yang dituduh pelaku penistaan agama itu adalah seorang Gubernur DKI Jakarta. "Nah tuduhan aktor politik di belakang unjuk rasa saya rasa Joko Widodo langsung aja ya sebut namanya dan kita uji di mata hukum dan masyarakat apakah memang ada aktor politiknya, enggak usah memfitnah-fitnah lah‎," imbuhnya.

Maka itu, dirinya pun mengkritik‎ Presiden Jokowi yang tidak menyebutkan siapa aktor politik yang dimaksudnya telah menunggangi aksi demonstrasi besar-besaran itu. "Menurut saya ini jadi pelajaran bagi Joko Widodo untuk menilai kenapa para anggota kabinetnya dan partai politik pendukungnya tidak bisa melakukan penetrasi agar tidak terjadi unjuk rasa besar-besaran," ungkapnya.

Dirinya pun menyarankan siapapun yang merasa dituduh sebagai penunggang aksi demonstrasi itu oleh Presiden Jokowi tidak perlu takut. "Ka‎rena yang kita tuntut adalah sebuah kebenaran dan keadilan yang harus ditegakkan oleh Joko Widodo‎," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Cuaca Ekstrem Mengancam,...
Cuaca Ekstrem Mengancam, Jabar Siaga I Bencana sejak November 2020 hingga Mei 2021
Warning! 4 Gunung Berapi...
Warning! 4 Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Siaga
Aliansi BEM SI Orasi...
Aliansi BEM SI Orasi di Bundaran Patung Kuda, TNI-Polri Siaga
AASB Serukan Buruh Siaga...
AASB Serukan Buruh Siaga untuk Aksi Demo Selanjutnya
Komisi I DPR Sebut Surpres...
Komisi I DPR Sebut Surpres Panglima TNI Dikirim Awal November
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen November Turun
Berita Terkini
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved