Agus Martowardojo Merasa Difitnah Mantan Bendum Demokrat

Rabu, 02 November 2016 - 06:44 WIB
Agus Martowardojo Merasa...
Agus Martowardojo Merasa Difitnah Mantan Bendum Demokrat
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo merasa difitnah oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin terkait aliran uang korupsi pengadaan e-KTP.

Agus menegaskan, selama menjadi Menteri Keuangan dirinya tidak pernah menerima aliran uang karena meloloskan anggaran pengadaan e-KTP yang dilakukan multiyears.

"Pandangan Nazaruddin bahwa saya menerima fee itu fitnah dan bohong besar," kata Agus seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).

Agus menilai, keterangan Nazaruddin tidak kredibel. Sebab, kata Agus, kini Nazaruddin berstatus sebagai terpidana dan masih meringkuk di lembaga pemasyarakatan. Dalam kesempatan itu, Agus pun meminta Nazaruddin agar cepat sadar.

"Kalau Saudara Nazaruddin bilang saya menerima fee, itu adalah satu fitnah, kebohongan besar. Dia tidak kredibel dan jangan terus mengucapkan ucapan-ucapan yang fitnah," kata dia.

Sebelumnya, nama Agus Martowardojo disebut-sebut terkait kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mantan anggota DPR M Nazaruddin mengatakan Menteri Keuangan 2010-2013 itu menerima aliran uang bancakan e-KTP.

Menurut Nazaruddin, proyek KTP tidak akan bisa terealisasi tanpa persetujuan dari Agus Martowardojo karena proyek tersebut adalah proyek multiyears.

"Waktu itu kan ada pertemuan-pertemuan. Lalu Agus Marto mengeluarkan surat (persetujuan pengucuran dana). Lalu, ada (dana) yang mengalir ke Agus," kata Nazaruddin seusai diperiksa di KPK, Jakarta, Selasa (18/10/2016) malam.

Pada kasus tersebut KPK telah menetapkan dua tersangka. Sebelum Irman, KPK telah menetapkan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto sebagai tersangka.

Berdasarkan penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), negara menderita kerugian Rp2 triliun dari proyek anggaran senilai Rp6 triliun.
(zik)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Cara Membuat Watermark...
Cara Membuat Watermark Pada e-KTP
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Yossi Cohen, Mantan...
Yossi Cohen, Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved