HT: Pemerintah Harus Proaktif Arahkan Investasi ke Daerah
Jum'at, 21 Oktober 2016 - 01:12 WIB
HT: Pemerintah Harus Proaktif Arahkan Investasi ke Daerah
A
A
A
SURABAYA - Peranan pemerintah dalam mengarahkan pembangunan diperlukan agar tak terkonsentrasi hanya kota-kota besar. Pembangunan harus bergeser ke daerah yang belum terbangun.
"Pemerintah harus proaktif arahkan investasi ke daerah, agar terjadi pemerataan kesejahteraan dan pembangunan," ujar Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik Kartini Perindo, LBH Perindo dan GRIND Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 20 Oktober 2016.
Saat ini dari seluruh kabupaten kota, yang sudah terbangun dengan mapan bisa terhitung dengan jari. Tanpa kehadiran pemerintah, pembangunan akan terus terkonsentrasi di kota-kota itu saja. Akibatnya laju ekonomi Indonesia hanya mengandalkan kota-kota tersebut.
Tentunya, lanjut dia, pemerintah harus memberikan kebijakan yang kondusif yang mendukung investasi di daerah. Bila investor menanamkan modalnya daerah akan tumbuh, lapangan kerja akan tercipta.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan banyak lapangan kerja untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk. Setiap dua tahun, penduduk bertambah 5 juta jiwa. "Jumlah pemberi kerja dan pencari kerja harus proporsional," ujarnya.
Idealnya jumlah pemberi kerja produktif sebanyak 2% dari jumlah penduduk, dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 250 juta negara ini membutuhkan setidaknya 5 juta pengusaha. Saat ini jumlah pengusaha masih jauh dari jumlah ideal tersebut, mereka terpusat dikota-kota besar. Akhirnya para pencari kerja meninggalkan daerahnya dan mengadu nasib ke kota.
Bila tak ada perubahan strategi yang mengarahkan pembangunan, maka hal tersebut akan terus terjadi berulang-ulang. Tak ada lapangan pekerjaan di daerah, tenaga kerja ke kota, daerah tidak terbangun dan kesenjangan pembangunan dan kesejahteraan antara daerah dan kota tetap terpelihara.
"Pemerintah harus proaktif arahkan investasi ke daerah, agar terjadi pemerataan kesejahteraan dan pembangunan," ujar Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik Kartini Perindo, LBH Perindo dan GRIND Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 20 Oktober 2016.
Saat ini dari seluruh kabupaten kota, yang sudah terbangun dengan mapan bisa terhitung dengan jari. Tanpa kehadiran pemerintah, pembangunan akan terus terkonsentrasi di kota-kota itu saja. Akibatnya laju ekonomi Indonesia hanya mengandalkan kota-kota tersebut.
Tentunya, lanjut dia, pemerintah harus memberikan kebijakan yang kondusif yang mendukung investasi di daerah. Bila investor menanamkan modalnya daerah akan tumbuh, lapangan kerja akan tercipta.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan banyak lapangan kerja untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk. Setiap dua tahun, penduduk bertambah 5 juta jiwa. "Jumlah pemberi kerja dan pencari kerja harus proporsional," ujarnya.
Idealnya jumlah pemberi kerja produktif sebanyak 2% dari jumlah penduduk, dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 250 juta negara ini membutuhkan setidaknya 5 juta pengusaha. Saat ini jumlah pengusaha masih jauh dari jumlah ideal tersebut, mereka terpusat dikota-kota besar. Akhirnya para pencari kerja meninggalkan daerahnya dan mengadu nasib ke kota.
Bila tak ada perubahan strategi yang mengarahkan pembangunan, maka hal tersebut akan terus terjadi berulang-ulang. Tak ada lapangan pekerjaan di daerah, tenaga kerja ke kota, daerah tidak terbangun dan kesenjangan pembangunan dan kesejahteraan antara daerah dan kota tetap terpelihara.
(mhd)