Bubarkan Saja KPK jika Mudah Dipengaruhi

Sabtu, 01 Oktober 2016 - 08:02 WIB
Bubarkan Saja KPK jika...
Bubarkan Saja KPK jika Mudah Dipengaruhi
A A A
JAKARTA - Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memperpanjang masa cegah Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan ke luar negeri yang berakhir pada 1 Oktober 2016, mendapat pertentangan dari publik.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti (Usakti) Abdul Fickar Hadjar mengatakan, keputusan KPK ini adalah langkah mundur bagi institusi antikorupsi ini.

Pasalnya keputusan ini muncul setelah Aguan ikut pertemuan para pengusaha dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, di Jakarta, Kamis 22 September 2016.

"Kalau keputusan KPK dipengaruhi oleh istana atau pejabat negara yang lain, lebih baik KPK bubar saja," tegas Abdul Fickar kepada Sindonews, kemarin.

Sebab menurut Abdul Fickar, KPK sudah tidak mandiri lagi jika setiap keputusannya dipengaruhi pihak lain. ‎"Jika benar pemerintahan Jokowi mempengaruhi keputusan KPK, maka pemerintahan ini jelas telah tidak hanya toleran terhadap tindak pidana korupsi, tapi juga pelindung koruptor," pungkasnya.

Seperti diketahui, KPK mengajukan surat pencegahan Aguan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi selama enam bulan sejak 1 April 2016. K‎PK mencegah Aguan karena memerlukan keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Reklamasi Teluk Jakarta.

Hingga kini Aguan masih berstatus saksi dalam kasus tersebut. Dia juga sudah beberapa kali diperiksa KPK. Bos properti itu juga pernah dihadirkan di dalam persidangan untuk memberikan kesaksian bagi terdakwa kasus ini, M Sanusi, Ariesman Widjaja dan Tirnanda Prihartono.
(maf)
Berita Terkait
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Satpol PP Segel Pantai...
Satpol PP Segel Pantai Reklamasi PIK Gara-gara Kerumunan
Reklamasi Pantai Tanpa...
Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Wisata Pasir Putih Pantai...
Wisata Pasir Putih Pantai Reklamasi
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Berita Terkini
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved