Panglima TNI Diminta Buktikan Dugaan Mata-mata Abu Sayyaf di RI

Senin, 26 September 2016 - 09:05 WIB
Panglima TNI Diminta...
Panglima TNI Diminta Buktikan Dugaan Mata-mata Abu Sayyaf di RI
A A A
JAKARTA - Empat orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah dipulangkan ke Indonesia.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait gerakan kelompok bersenjata Abu Sayyaf yang terindikasi memiliki informan atau mata-mata di Indonesia.

Pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyatakan, Panglima TNI harus membuktikan adanya pernyataan tersebut.

"Saya kira sinyalemen panglima itu insinuatif. Adakah fakta pendukungnya? Lalu apa perlunya dibuka ke publik?" kata Khairul saat dihubungi Sindonews, Senin (26/9/2016).

"Itu akhirnya hanya menimbulkan keresahan dan kesan seolah kita hanya mencari kambing hitam atas kegagalan memberi rasa aman di wilayah perairan kita," imbuhnya.

Khairul menyatakan, karena pernyataan tersebut sudah dibuka, Panglima TNI harus bisa membuktikan tudingannya dan tunjuk hidung. Karena lanjut dia, tentu saja jika dugaan itu benar, tidak boleh dibiarkan dan hanya mengeluh kiri kanan.

"Selain itu, di era yang terbuka seperti saat ini, mendapat informasi-informasi strategis dan sensitif tak selalu memerlukan spionase. Sumber-sumber terbuka, seperti media sosial misalnya, kerap menyajikan 'bocoran' yang akurat," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Gatot mencurigai adanya mata-mata dari Abu Sayyaf di Indonesia. Pasalnya, pada saat melakukan aksinya, kelompok bersenjata Abu Sayyaf terkesan sangat mudah saat melakukan penyanderaan terhadap WNI.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved