Pemerintah Malaysia Diminta Bantu Pembebasan Sandera WNI

Sabtu, 17 September 2016 - 20:02 WIB
Pemerintah Malaysia...
Pemerintah Malaysia Diminta Bantu Pembebasan Sandera WNI
A A A
JAKARTA - Front Nasional Anti Penyanderaan mendesak Pemerintah Malaysia bertanggung jawab atas terjadinya penyanderaan dan penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan Malaysia.

"Aksi penyanderaan yang kerap terjadi ini tidak bisa ditolerir lagi. Pemerintah Malaysia harus membantu secara serius pembebasan WNI yang disandera," kata Koordinator Front Nasional Anti Penyanderaan Irul dalam keterangan tertulis, Minggu (17/9/2016).

Irul melanjutkan, tindak kejahatan yang terjadi di wilayah perairan Malaysia menunjukkan lemahnya keamanan di kawasan perairan itu. Maka itu, dia menilai, hal itu ada kegagalan Malaysia dalam melindungi aktivitas di wilayah perairannya.

Kata dia, pemerintah Malaysia harus membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan adanya keterlibatan aparat Malaysia baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga melonggarkan pengamanan yang memudahkan sekelompok penjahat melakukan aksinya.

"Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk melayangkan nota protes terhadap Malaysia yang tidak sungguh-sungguh melindungi kepentingan Indonesia maupun WNI yang berada dalam otoritas wilayahnya," tuturnya.

Irul pun mengancam jika pemerintah Malaysia tidak serius membantu pembebasan sandera WNI, maka rakyat Indonesia akan melakukan sweeping warga malaysia di Indonesia sebagai aksi balasan. "Bantu bebaskan WNI yang disandera atau rakyat men-sweeping WN Malaysia," terangnya.

Lebih lanjut Irul mendorong Pemerintah Indonesia, untuk lebih tegas dalam melakukan pendekatan dengan kelompok teror tersebut agar peristiwa penyanderaan tidak kembali terulang.

"Jika soft diplomasi tidak mempan, maka bisa lakukan diplomasi senjata atau semacam operasi militer," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved