Bertransformasi, BANI Perkuat Eksistensi

Kamis, 08 September 2016 - 16:32 WIB
Bertransformasi, BANI...
Bertransformasi, BANI Perkuat Eksistensi
A A A
JAKARTA - Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah bertransformasi dari badan hukum menjadi perkumpulan berbadan Hukum. Hal tersebut didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM tertanggal 20 Juni 2016.

"Melalui transformasi ini diharapkan dapat memberikan layanan penyelesaian sengketa yang lebih baik kepada masyarakat, dalam hal ini para pihak yang bersengketa dalam bidang bisnis, terutama dalam bentuk kepastian hukum," tutur Sekretaris BANI Tri Legono Januarachmadi, dalam konferensi pers di Ballroom Sovereign Plaza, Jalan TB Simatupang, Kavling 36, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2016).

Dia menjelaskan, transformasi BANI didukung oleh sejumlah arbiter BANI yang mengambil inisiatif melakukan pembaruan BANI dengan akta Nomor 23 tanggal 14 Juni 2016.

"Untuk itu BANI telah memperoleh pengesahan pemerintah dan berhak menyandang status hukum barunya sebagai sebuah lembaga Arbitrase yang berbadan hukum," tutur Tri.

Dia menjelaskan, melalui transformasi akan ada kenjelasan mengenai aset dan liabilitas antara pendiri dan anggota lembaga BANI. Dia juga menegakan BANI tidak dimiliki oleh pribadi, melainkan milik bersama.

"Kejelasan kepemilikan bahwa BANI yang berbadan hukum ini bukanlah milik orang-orang yang menandatangani Akta Nomor 23 Tahun 2016 melainkan merupakan milik bersama para anggota BANI, yaitu semua arbiter BANI yang berkewarganegaraan Indonesia," tuturnya.

Terkait perubahan status badan hukum, Tri menjelaskan tidak ada yang berbeda dalam penyelesaian kasus di BANI. "Dari segi jenis layanan penyelesaian, tidak ada perbedaan, BANI yang berbadan hukum ini tetap memberikan layanan arbitrase, mediasi dan pemberian pendapat yang mengikat (binding opinion)," kata Tri.

Dia juga mengatakan BANI mengajak para arbiter yang tidak berbadan hukum untuk bergabung. Untuk tahap pertama, dia menyebut sejumlah profesional yang menyatakan bersedia bergabung antara lain Prof Nindyo Pramono, Prof Agus Sardjono, Prof Felix 0. Soebagjo, Dr Edmon Makarim, Dr Cita Citrawinda, Bacelius Run, Iswahjudi A. Karim, Rahmat SS Soemadipradja, Tony Budidjaja, dan Rinaldi Firmansyah.

"Nantinya ke depan masih akan terus bertambah karena pembaharuan ini banyak memperoleh dukungan publik," ucap Tri.
(dam)
Berita Terkait
Lewat Webinar, BANI...
Lewat Webinar, BANI Beri Solusi Hadapi Sengketa Usaha Saat Pandemi Covid-19
Wakil ICC Indonesia...
Wakil ICC Indonesia Ikut Bahas Amandemen Rancangan Aturan Arbitrase internasional
Kalah Arbitrase di MA,...
Kalah Arbitrase di MA, Indonesia Power Harus Bayar Ganti Rugi Rp172,23 M
Berusia 44 Tahun, BANI...
Berusia 44 Tahun, BANI Sudah Putuskan Lebih dari 1.000 Sengketa Bisnis
Indonesia Butuh Reformasi...
Indonesia Butuh Reformasi Legislasi terkait Putusan Arbitrase
Dualisme BANI Susahkan...
Dualisme BANI Susahkan Pengusaha, Praktisi Hukum Buat INIAC
Berita Terkini
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Infografis
Pesawat Airbus A400M...
Pesawat Airbus A400M Mendarat di Lanud Halim, Perkuat Armada Tempur TNI AU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved