Kemenpan-RB Dorong Optimalisasi Sistem e-Government

Selasa, 06 September 2016 - 21:18 WIB
Kemenpan-RB Dorong Optimalisasi...
Kemenpan-RB Dorong Optimalisasi Sistem e-Government
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menegaskan terus mendorong optimalisasi penerapan electronic government (e-government).

E-government adalah penyelenggaraan pemerintahah berbasis elektronik. Penerapan e-government adalah salah satu fokus program Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) walaupun pelaksanaan sistem tersebut belum terintegrasi satu sama lain.

“E-Government harus segera dieksekusi. Tidak hanya teori. Saya tidak perlu memulai dari nol karena sudah banyak daerah yang mengimplementasi. Walaupun belum terintegrasi, yang sudah ada ini kita dorong saja. Saya mencoba mendalami kelebihan-kelebihan apa yang dapat diterapkan untuk nasional,” tutur Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur dalam acara e-government Summit 2016 di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Dia mengatakan, penerapan e-Government di beberapa daerah telah menunjukkan perbaikan administrasi pemerintah, salah satunya terkait pengelolaan anggaran dengan menggunakan e-budgeting.

"Kota Bandung bisa menghemat Rp1 triliun dengan menghapus 1.200 kegiatan. Selain itu, Pemprov DIY telah berhasil mengurangi jumlah kegiatan dari 3.200 kegiatan pada tahun 2014 menjadi hanya 800 kegiatan," tandasnya.

Dia menyebut, hasil dari penerapan e-Government tidak lepas dari peningkatan kualitas pelayanan publik, yakni membuat masyarakat lebih mudah dalam memeproleh pelayanan.

Menteri Asman juga akan menunjuk daerah sebagai role model untuk mendorong penerapan e-government, Asman akan mewajibkan seluruh instansi menerapkan e-government, yang diikuti dengan penghargaan dan hukuman terkait kebijakan ini.

Dalam membangun e-government, Indonesia menggandeng Republik of Korea yang penerapan e-government-nya berada di peringkat pertama dunia.

Menteri Komunikasi dan informatika Rudiantara mengatakan, banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa digali dari Korea.

“Kalau kita menemukan aplikasi yang bagus di korea kenapa tidak diterapkan di Indonesia,” ujarnya.

Dubes Korsel untuk Indonesia Chao Tai Young juga mengajak Indonesia untuk belajar bersama. Menurut dia, walaupun Korea menduduki peringkat pertama, namun sistem yang terbangun belum sempurna dan terus diperbaiki.

“Kita dapat bekerja bersama-sama dan bertukar pikiran satu sama lain,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Reformasi Birokrasi...
Reformasi Birokrasi Jadi Fondasi Penguatan Negara, SAKIP dan ZI Dorong Kinerja Berdampak
Sekjen KLHK Sebut Menjadi...
Sekjen KLHK Sebut Menjadi Birokrat Harus Punya Integritas dan Moral
Kemendagri Sebut 232...
Kemendagri Sebut 232 Daerah Telah Usulkan Penyederhanaan Birokrasi
Buntut Mundurnya Dirut...
Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Birokrasi Tak Berbelit-Belit
Canangkan Zona Integritas...
Canangkan Zona Integritas WBBM, DJKI Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Wapres Maruf Amin Ingin...
Wapres Ma'ruf Amin Ingin 'Wariskan' Ini di Akhir Masa Pemerintahannya
Berita Terkini
Mendagri Prihatin Kepala...
Mendagri Prihatin Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Padahal Sudah Retret-Pembekalan
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
Belajar dari Negara...
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Rugikan Media, Industri, dan Masyarakat
Beredar Isu Menteri...
Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka Suara
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Mantan Wakapolri Oegroseno...
Mantan Wakapolri Oegroseno Dipanggil soal Dugaan Korupsi Lahan, Kortastipikor: Masih Penyelidikan
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved