Kemenkes: Jika Tidak Mendesak Tunda Pergi ke Luar Negeri

Jum'at, 02 September 2016 - 09:37 WIB
Kemenkes: Jika Tidak...
Kemenkes: Jika Tidak Mendesak Tunda Pergi ke Luar Negeri
A A A
BATAM - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Subuh mengatakan, sampai saat ini ada 115 kasus virus zika di Singapura yang salah satunya terjangkit pada ibu hamil. Namun, belum ada satupun pasien yang dirawat.

"Jika tidak mendesak atau ada keperluan penting, tidak usah pergi keluar negeri. Jika harus pergi harus jaga kesehatan diri pribadi seperti menggunakan lotion," ujarnya kepada wartawan di Nongsa, Batam, Kamis 1 September 2016.

Dia juga meminta masyarakat agar melakukan disiplin 3 M (menguras, mengubur dan menutup). Menurutnya, ini adalah cara efektif yang dilakukan negara maju lainnya untuk mencegah penyebaran Aedes Aegypti yang juga berpotensi menyebarnya virus zika.

"Jika kita bisa mengendalikan demam berdarah, zika juga bisa kita kendalikan dengan cara 3 M. Kita harus perhatikan lingkungan jika ingin hidup sehat," jelasnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada warga Indonesia yang positif terserang virus zika. Pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus melacak apakah ada WNI di Singapura yang terkena virus zika.

"Siapa namanya, di mana alamatnya belum jelas. Pejabat Singapura juga tidak tahu, KBRI dan menlu juga belum tahu artinya itu rumor saja. Sampai saat ini saya pastikan belum ada," kata dia.

Dilanjutkannya, di sejumlah bandara internasional di Indonesia dan pelabuhan internasional yang ada di Kota Batam sudah dipasangi alat untuk mengukur suhu tubuh manusia. Gejala virus zika ditandai dengan gejala ringan seperti demam, pegal sendi, yang bikin takut kemerahan pada mata.

"Kita melakukan skrining menggunakan Thermal Scanner dan Inframerah yang diarahkan ke kepala dengan jarak 10 cm, serta memberikan kartu kesehatan. Hal tersebut kita lakukan pada pintu keluar masuk bandara dan pelabuhan yang merupakan akses keluar masuk orang luar negeri," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Virus Baru yang Disebabkan...
Virus Baru yang Disebabkan dari Gigitan Kutu Ditemukan di Jepang
Covid-19 Perlahan Menghilang,...
Covid-19 Perlahan Menghilang, Ilmuwan Khawatir Umat Manusia Akan Terusik Virus Zika
Berpotensi Jadi Ancaman...
Berpotensi Jadi Ancaman Baru, Ini Gejala yang Biasa Ditimbulkan Virus Zika
Epidemiologi Sebut Virus...
Epidemiologi Sebut Virus Zika Bisa Menular Lewat Hubungan Seksual
India Waspada Penyebaran...
India Waspada Penyebaran Virus Zika setelah Temukan 14 Kasus di Kerala
Kemenkes Belum Pernah...
Kemenkes Belum Pernah Temukan Infeksi Virus Zika ke Manusia di Indonesia
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Tunjangan Beasiswa LPDP...
Tunjangan Beasiswa LPDP Dalam Negeri Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved