BNN Telusuri Transaksi Rp3,6 Triliun Terkait Kejahatan Narkoba

Jum'at, 19 Agustus 2016 - 21:38 WIB
BNN Telusuri Transaksi...
BNN Telusuri Transaksi Rp3,6 Triliun Terkait Kejahatan Narkoba
A A A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi sebesar Rp3,6 triliun sepanjang tahun 2014-2015 yang bersumber dari hasil kejahatan narkotika. Atas temuan itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penyelidikan.

Deputi Pemberantasan Narkotika Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari menjelaskan, dari dana Rp3,6 triliun, sebanyak Rp2,8 triliun di antaranya bersumber dari sindikat narkotika besar yang dipimpin Pony Tjandra.

Arman menjelaskan, Pony merupakan narapidana yang telah divonis hukuman seumur hidup karena kasus kepemilikan 57 ribu butir ekstasi pada tahun 2014 silam. Pony mendekam di Lembaga Pemasyarakat Cipinang, Jakarta Timur.

"Kita menerima hasil analisis PPATK dengan nilai sekitar Rp3,6 triliun. Transaksi mulai berjalan 2014-2015. Setelah dilakukan penyelidikan dan penelisikan dari rekening yang bersangkutan (Pony Tjandra), Rp2,8 triliun memang benar dari hasil kejahatan narkotika sindikatnya," kata Arman di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (19/8/2016).

Arman melanjutkan, BNN masih menelusuri transaksi terkait sindikat narkoba sebesar Rp800 miliar. "Uang ini dikirim dan dicuci ke-32 bank atau perusahaan yang berada di luar negeri, di antaranya ada yang masih di Asia dan ada juga yang di Eropa," ungkap Arman.

Penggunaan uang sebesar itu digunakan dengan berbagai modus, seperti membuat pabrik yang tidak aktif, ekspor-impor fiktif, serta penukaran uang (money changer).

Dia mengakui petugas mengalami kesulitan untuk mengendus dana yang di simpan di luar negeri karena harus menyangkut hubungan bilateral antara Indonesia dan negara lain.

"Upaya hukum dengan negara terkait selalu jadi hambatan karena banyak negara yang tidak mau kooperatif karena takut terganggu kemananan nasionalnya," tutur Arman.
(dam)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Soal Usulan Ambil Alih...
Soal Usulan Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, KPK: Kita Ikuti Dulu Perkembangannya
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved