Menaker Tolak Permintaan Pemerintah Kuwait

Kamis, 18 Agustus 2016 - 22:00 WIB
Menaker Tolak Permintaan...
Menaker Tolak Permintaan Pemerintah Kuwait
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri secara tegas menolak permintaan Pemerintah Kuwait agar Indonesia kembali mengizinkan pengiriman tenaga kerja sektor domestik atau pembantu rumah tangga (PRT).

Penegasan Hanif tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdul Wahab Abdullah Al-Saqar di kantornya, Kamis (18/8/2016). “Hingga hari ini belum terpikirkan membuka kembali izin pengiriman tenaga kerja sektor domestik ke negara Timur Tengah, termasuk Kuwait,” tandas Hanif.

Abdul Wahab mengatakan, Pemerintah Kuwait menghormati kebijakan Indonesia yang melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja domestik ke Timur Tengah.

Kendati demikian, dia memohon khusus untuk Kuwait agar kembali diizinkan menerima PRT asal Indonesia. “Keluarga kerajaan dan juga masyarakat Kuwait sangat
membutuhkan tenaga kerja sektor domestik asal Indonesia,” ucap Wahab.

Dia sangat berharap khusus untuk Kuwait diberi kebijakan khusus oleh Pemerintah Indonesia. Terhadap keinginan tersebut, Hanif menegaskan hingga kini sikap Pemerintah Indonesia tidak berubah, yakni tidak akan mengirim tenaga kerja sektor domestik ke Timur Tengah.

“Indonesia tetap tidak akan mengirimkan tenaga kerja ke Timur Tengah termasuk Kuwait, kecuali tenaga kerja formal dengan skill tertentu,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Pada 30 Mei 1996, antara Pemerintah Indonesia dan Kuwait telah menandatangani Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the State of Kuwait on Placement of Manpower.

Namun kerja sama itu hanya dalam bidang penempatan tenaga kerja pada pengguna berbadan hukum, bukan pada pengguna perseorangan. Kementerian Tenaga Kerja mengeluarkan Keputusan

Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah, termasuk di Kuwait.
(dam)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved