Komitmen Bersama Menuju Semarang Tangguh

Selasa, 09 Agustus 2016 - 07:15 WIB
Komitmen Bersama Menuju...
Komitmen Bersama Menuju Semarang Tangguh
A A A
SEMARANG - Seperti umumnya kota-kota besar di Indonesia maupun belahan dunia lain, pembangunan Kota Semarang juga menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Urbanisasi yang kurang terkendali, penataan ruang yang belum memenuhi prinsip pembangunan berkelanjutan, pelayanan transportasi yang kurang memadai, dan tingginya kebutuhan energi adalah masalah-masalah yang kerap ditemui.

Selain hal-hal di atas, Semarang masih harus menghadapi problem klasik yakni banjir dan rob terutama di kawasan pesisir. Menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan tersebut, Semarang berkomitmen menjadi kota Berketahanan (Tangguh). Caranya dengan membangun kemampuan kota untuk menghadapi semua guncangan serta tekanan yang datang dan mengolahnya menjadi kekuatan bersama untuk tumbuh dan berkembang.

Semarang yang tangguh adalah Semarang yang dimiliki dan dibangun oleh seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, bersama-sama maju dan berkembang dengan mengentaskan berbagai masalah pembangunan yang dihadapi. Saat ini Semarang bergabung di program 100 Resilient Cities/RC (100 Kota Tangguh), sebuah program yang diinisiasi oleh Rockefeller Foundation, bersama kota besar di dunia di antaranya New York, London, San Fransisco, Rio de Janeiro, dan Durban.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, Semarang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang terpilih dalam 100 RC. ”Ini merupakan program kerja sama dan jaringan antarkota dalam mewujudkan kota yang tangguh. Program ini dimulai dengan komitmen kota yang terlibat untuk menyusun dokumen strategi ketahanan,” ungkap Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Hendi menuturkan, dokumen strategi ketahanan kota berisi rangkaian sejumlah strategi yang diperlukan kota untuk mengentaskan dan beradaptasi terhadap permasalahan-permasalahan yang datang. Proses penyusunan strategi dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan yaitu pemerintah, sektor usaha, komunitas, dan dunia pendidikan.
(poe)
Berita Terkait
Reformasi Birokrasi...
Reformasi Birokrasi Jadi Fondasi Penguatan Negara, SAKIP dan ZI Dorong Kinerja Berdampak
Sekjen KLHK Sebut Menjadi...
Sekjen KLHK Sebut Menjadi Birokrat Harus Punya Integritas dan Moral
Kemendagri Sebut 232...
Kemendagri Sebut 232 Daerah Telah Usulkan Penyederhanaan Birokrasi
Buntut Mundurnya Dirut...
Buntut Mundurnya Dirut Agrinas, Prabowo Minta Birokrasi Tak Berbelit-Belit
Canangkan Zona Integritas...
Canangkan Zona Integritas WBBM, DJKI Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Wapres Maruf Amin Ingin...
Wapres Ma'ruf Amin Ingin 'Wariskan' Ini di Akhir Masa Pemerintahannya
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved