Pemerintah Diminta Tak Pangkas Anggaran Pertahanan

Senin, 08 Agustus 2016 - 10:03 WIB
Pemerintah Diminta Tak...
Pemerintah Diminta Tak Pangkas Anggaran Pertahanan
A A A
JAKARTA - Pemerintah diingatkan untuk tidak memotong anggaran di bidang pertahanan dan keamanan (hankam). Pemangkasan anggaran hankam dinilai dapat memengaruhi dayat gentar Indonesia di mata negara lain.

Begitu pun anggaran untuk pemberantasan narkoba. "Pemerintah tidak boleh memotong anggaran sektor Hankam dan BNN, untuk menjaga kedaulatan NKRI, TNI harus mengejar ketertinggalan postur alat utama sistem persenjataan (alutsista)," ujar Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/8/2016).

Bobi berpendapat, sektor pertahanan tidak hanya‎ memerlukan dana untuk modernisasi alutsista, melainkan juga membutuhkan perawatan dan pembelian yang baru. "Narkoba juga sudah menjadi ancaman generasi muda yang paling priotitas, seperti juga Polri yang menjaga ketertiban sipil tidak boleh dikurangi," tutur politikus Partai Golkar.

Pemangkasan anggaran sektor hankam‎ dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilainya berbahaya. Dia menganggap pemangkasan anggaran sektor tersebut sama saja melemahkan kekuatan negara. "Kalau mau dipotong, tahun depan saja, jangan mengurangi apa yang sudah diprogramkan tahun 2016 ini," katanya.

Adapun keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pada momentum perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja jilid II dianggap pilihan tepat.

Akan tetapi, kondisi moneter dan fiskal saat ini berbeda dengan kondisi tahun 2008, yaitu Minimum Essential Forces (MEF) TNI baru dimulai, dan anggaran Polri naik signifikan dari tahun 2011 hanya Rp3,7 triliun sampai 2016 sebesar Rp73 triliun.

Dia berharap Menkeu Sri Mulyani tidak mengubah peta jalan (road map) sektor hankam yang sudah dimulai tahun 2008.
(dam)
Berita Terkait
Alpalhankam Rp1.700...
Alpalhankam Rp1.700 Triliun, Pengamat: Itu Rasional, Kita yang Tak Konsisten
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Kemhan Perkirakan 13...
Kemhan Perkirakan 13 Radar GCI Buatan Thales dan PT LEN Rampung 2026
Pengadaan Alutsista...
Pengadaan Alutsista TNI Harus Didukung Anggaran Perawatan dan Inhan Dalam Negeri
Kemhan Akan Gelar Pameran...
Kemhan Akan Gelar Pameran Industri Alutsista Terbesar se-Asia Tenggara
Wamenhan Ungkap Sulitnya...
Wamenhan Ungkap Sulitnya Pengadaan Alutsista Baru
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Apresiasi Kejagung Tegas...
Apresiasi Kejagung Tegas Panggil Eks Jampidsus, Sahroni: Bukti Kejaksaan Tidak Main-main!
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Febrie Adriansyah Hadir...
Febrie Adriansyah Hadir Diperiksa Kejagung, Kehadirannya Tak Tertangkap Awak Media
Eksepsi/Perlawanan Dokter...
Eksepsi/Perlawanan Dokter Tifa Dikabulkan Hakim: Bagaimana Nasib Perkara Ijazah Jokowi?
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved