Marak Aksi Teror, Ini Saran Jokowi ke Masyarakat Muslim
Selasa, 02 Agustus 2016 - 11:18 WIB
Marak Aksi Teror, Ini Saran Jokowi ke Masyarakat Muslim
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat muslim dunia untuk menggunakan tenaga dalam dan kekuatan fundamental dalam menghadapi serangan teror dan kondisi politik dunia yang sulit diprediksi tersebut.
Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka Forum Ekonomi Islam Dunia (World Indonesia Economic Forum/WIEF) 2016. Jokowi mengatakan, pada tahun 2016 ini situasi dunia penuh tantangan.
Setelah delapan tahun keluar dari krisis moneter global, perekonomian dunia hingga saat ini masih bergerak lamban. Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya serangan teror yang terjadi di beberapa negara di belahan dunia.
"‎Serangan teror besar dan kecil terjadi di dunia. Dapat dikatakan, bahwa situasi politik di berbagai kawasan dunia tidak dapat diprediksi sejak awal abad ini. Kondisi global seperti ini, kita masyarakat komunitas muslim seluruh dunia harus gunakan kekuatan fundamental kita," kata Jokowi di JCC, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Kendati demikian, Jokowi menilai bahwa masyarakat muslim dunia diuntungkan karena memiliki keadaan demografi yang paling baik dibanding kelompok agama dunia lainnya. Pasalnya masyarakat muslim dunia memiliki jumlah anak muda yang paling besar.
"Masyarakat muslim memiliki demografi yang paling baik dari kelompok agama dunia lainnya dan jumlah anak muda paling besar, umur pemuda muslim sekitar 23 tahun dan umur tengah kelompok muslim di dunia adalah 30 tahun," tandasnya.
Hadir dalam forum tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad.
Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka Forum Ekonomi Islam Dunia (World Indonesia Economic Forum/WIEF) 2016. Jokowi mengatakan, pada tahun 2016 ini situasi dunia penuh tantangan.
Setelah delapan tahun keluar dari krisis moneter global, perekonomian dunia hingga saat ini masih bergerak lamban. Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya serangan teror yang terjadi di beberapa negara di belahan dunia.
"‎Serangan teror besar dan kecil terjadi di dunia. Dapat dikatakan, bahwa situasi politik di berbagai kawasan dunia tidak dapat diprediksi sejak awal abad ini. Kondisi global seperti ini, kita masyarakat komunitas muslim seluruh dunia harus gunakan kekuatan fundamental kita," kata Jokowi di JCC, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Kendati demikian, Jokowi menilai bahwa masyarakat muslim dunia diuntungkan karena memiliki keadaan demografi yang paling baik dibanding kelompok agama dunia lainnya. Pasalnya masyarakat muslim dunia memiliki jumlah anak muda yang paling besar.
"Masyarakat muslim memiliki demografi yang paling baik dari kelompok agama dunia lainnya dan jumlah anak muda paling besar, umur pemuda muslim sekitar 23 tahun dan umur tengah kelompok muslim di dunia adalah 30 tahun," tandasnya.
Hadir dalam forum tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad.
(maf)