Wiranto Sebut Perlu Alat Bukti Telusuri Testimoni Freddy Budiman

Senin, 01 Agustus 2016 - 14:18 WIB
Wiranto Sebut Perlu...
Wiranto Sebut Perlu Alat Bukti Telusuri Testimoni Freddy Budiman
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menilai testimoni terpidana mati gembong narkoba, Freddy Budiman melalui aktivis HAM Kontras, Haris Azhar perlu ‎‎ditelusuri berdasarkan dua alat bukti.

‎"Kesaksian boleh, barang bukti boleh (untuk membuktikan testimoni Freddy)," ujar Wiranto di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2016).

Sayangnya, kata Wiranto, saksi Freddy Budiman sendiri sudah meninggal setelah dieksekusi tim regu tembak pekan lalu. Selain itu, Haris Azhar juga dinilai tidak memiliki alat bukti yang memadai.

Menurut Wiranto, pihaknya tak mau berpolemik dengan statmen yang disampaikan Haris. Sebab hal itu adalah ranah hukum. "Memang perlu satu persyaratan terntentu agar segala laporan bisa ditindaklanjuti," tambahnya.

Meski demikian, mencuatnya pernyataan Freddy yang mengaku menjadi 'perahan' aparat hukum akan ‎dijadikan introspeksi bagi aparat penegak hukum di bidang pemberantasan narkoba agar dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan tak terpengaruh 'iming-iming' uang.

"Kalau aparat penegak hukum yang menyangkut narkoba masih main-main masalah itu kita akan tindak tegas," tukasnya.

Freddy Budiman telah dieksekusi mati pada Jumat dinihari kemarin. Namun publik dikagetkan dengan pernyataan Freddy kepada Haris bahwa dirinya mengaku kerap menjadi 'perahan' aparat hukum. Pernyataan Freddy disampaikan Haris saat berkunjung ke Lapas Nusakambangan.

Pernyataan itu kemudian disampaikan Haris kepada publik berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit' Haris menyebut Freddy kerap menjadi perahan aparat hukum dengan menyetor uang yang ditaksir mencapai sekira puluhan miliar untuk mengamankan bisnis narkobanya.
(kri)
Berita Terkait
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Pertama dalam 20 Tahun...
Pertama dalam 20 Tahun Singapura Akan Eksekusi Mati Seorang Wanita
Nisa si Ratu Narkoba...
Nisa si 'Ratu Narkoba' Divonis Mati Hakim PN Medan
Bareskrim Sebut Lemahnya...
Bareskrim Sebut Lemahnya Sistem Hukum Jadi Celah Peredaran Narkoba
Terdakwa Pengedar Sabu...
Terdakwa Pengedar Sabu 35 Kg Lolos Hukuman Mati, Hanya Divonis 20 Tahun Penjara
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Berita Terkini
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved