Ternyata Ini Kronologi Diduga Santoso dan Basri Tewas Tertembak
Selasa, 19 Juli 2016 - 15:25 WIB
Ternyata Ini Kronologi Diduga Santoso dan Basri Tewas Tertembak
A
A
A
JAKARTA - Tiga teroris dipastikan berhasil melarikan diri saat baku tembak yang diduga menewaskan gembong teroris paling dicari Santoso alias Abu Wardah dan Basri alias Bagong.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, lolosnya tiga teroris yang terdiri dua perempuan dan seorang laki-laki karena petugas fokus terhadap Santoso dan Basri yang dinilai memegang senjata dan dianggap berbahaya.
(Baca: Digempur Operasi Tinombala, Kelompok Santoso Kian Terdesak)
"Yang berbahaya itu yang bawa senjata, yang lain yang tidak bersenjata, perempuan lari, itu bukan prioritas utama," papar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Sementara Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, lolosnya tiga teroris lantaran saat itu suasananya mendung. Selain itu posisi para pelaku berada di pinggir kali dan dua orang diduga Santoso dan Basri aktif melakukan perlawanan.
(Baca juga: Tanggapan Mantan Presiden PKS Anis Matta Soal Kudeta Turki)
"Kita tembak dua. Yang tiganya belum bisa ditangkap, jadi melarikan diri," tambahnya.
Tito Karnavian mengaku keberhasilan melumpuhkan dua gembong teroris paling dicari tersebut dianggap keberhasilan tim Tinombala yang terdiri dari anggota Polri dan TNI.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, lolosnya tiga teroris yang terdiri dua perempuan dan seorang laki-laki karena petugas fokus terhadap Santoso dan Basri yang dinilai memegang senjata dan dianggap berbahaya.
(Baca: Digempur Operasi Tinombala, Kelompok Santoso Kian Terdesak)
"Yang berbahaya itu yang bawa senjata, yang lain yang tidak bersenjata, perempuan lari, itu bukan prioritas utama," papar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
Sementara Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, lolosnya tiga teroris lantaran saat itu suasananya mendung. Selain itu posisi para pelaku berada di pinggir kali dan dua orang diduga Santoso dan Basri aktif melakukan perlawanan.
(Baca juga: Tanggapan Mantan Presiden PKS Anis Matta Soal Kudeta Turki)
"Kita tembak dua. Yang tiganya belum bisa ditangkap, jadi melarikan diri," tambahnya.
Tito Karnavian mengaku keberhasilan melumpuhkan dua gembong teroris paling dicari tersebut dianggap keberhasilan tim Tinombala yang terdiri dari anggota Polri dan TNI.
(maf)