Pemerintah Diminta Awasi Tenaga Kerja Asing

Minggu, 17 Juli 2016 - 11:36 WIB
Pemerintah Diminta Awasi...
Pemerintah Diminta Awasi Tenaga Kerja Asing
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah lebih memperhatikan soal nasib tenaga kerja Indonesia. Dia menyebut ada keganjilan dari pernyataan pemerintah dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan.

Adapun yang disorot Fadli ialah pernyataan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri beberapa waktu lalu yang menyatakan jumlah tenaga kerja asing cenderung turun. "Ini kan aneh, padahal kita sudah masuk ASEAN Economic Community, dan apalagi sejak Juni 2015 lalu pemerintah telah membebaskan visa kunjungan dari 169 negara ke Indonesia. Pasti ada persoalan di situ," kata Fadli, Sabtu 16 Juli 2016.

Fadli menegaskan pemerintah harus benar-benar melakukan pengecekan terhadap keberadaan tenaga kerja asing. "Harus dicek benar itu,” tambahnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai isu mengenai banyaknya buruh asal Cina merupakan isu sensitif yang harus disikapi secara hati-hati oleh Pemerintah Indonesia. Dia mengingatkan pemerintah untuk tidak menganggap ringan isu tersebut.

Menurut Fadli, tidak ada negara di dunia yang membuka pintunya sedemikian lebar bagi tenaga kerja asing, kecuali kualifikasinya tidak tersedia di dalam negeri.

“Di ASEAN saja, dalam MEA, kita punya perjanjian bahwa pekerja asing yang diperbolehkan hanya terkait delapan profesi dan itupun jabatannya spesifik dan telah ditentukan,” ungkap Fadli.

Lanjut dia, sebagai investor, Cina hanya merupakan negara dengan investasi terbesar kesembilan di Indonesia. Begitu juga sebagai kreditor, kredit dari Cina hanya menempati urutan kelima, kalah oleh Singapura, Jepang, AS dan Belanda.

"Tapi anehnya, jumlah tenaga kerja asing kita didominasi oleh Cina. Dari sisi politik dagang, sudah jelas Cina lebih diuntungkan daripada kita.” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
Ratusan Pekerja Rentan...
Ratusan Pekerja Rentan Dapat Bantuan Perlindungan Ketenagakerjaan
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Menaker Yassierli Menghadap...
Menaker Yassierli Menghadap Prabowo di Istana Bahas UMP 2025
Pengawas Ketenagakerjaan...
Pengawas Ketenagakerjaan Dukung Iklim Ketenagakerjaan Kondusif di Masa PPKM
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
Berita Terkini
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional
6 Kontroversi Kepala...
6 Kontroversi Kepala BGN Dadan Hindayana hingga Berujung Dicopot Prabowo
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Terbitkan Sprindik Baru,...
Terbitkan Sprindik Baru, KPK Kembangkan Kasus DJKA Sumatera
UI Sanksi 15 Mahasiswa...
UI Sanksi 15 Mahasiswa Fakultas Hukum terkait Pelecehan Chat Mesum, Skorsing 1-3 Semester
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved