Pengamat Sudah Duga Kudeta Militer di Turki Akan Gagal

Minggu, 17 Juli 2016 - 11:23 WIB
Pengamat Sudah Duga...
Pengamat Sudah Duga Kudeta Militer di Turki Akan Gagal
A A A
JAKARTA - Upaya kudeta kekuasaan di Turki yang dilakukan salah satu faksi militer pada Sabtu 16 Juli 2016 gagal. Kudeta tersebut telah menelan banyak korban. Sebanyak 90 warga sipil dikabarkan tewas, 134 orang terluka, dan 1374 militer pro kudeta telah ditangkap.

Pengamat politik internasional, Arya Sandhiyudha sudah menduga aksi kudeta ini akan gagal. Dia mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuat gagalnya upaya kudeta.

Pertama, adanya polarisasi faksi di Turki yang terdiri atas kaum sekuler, islamis, kurdi dan nasional. Di negera tersebut, terhadap sejumlah oposisi terhadap Islam yang menentang agenda politik berhaluan neo-Ottoman dalam arah kebijakan luar negeri Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Tapi di sisi lain mereka pendukung Presiden yang absah secara demokratis. Selain itu, ada banyak orang Turki yang anti-Erdogan belum tentu juga anti-kudeta, " kata Arya dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Sabtu 16 Juli 2016. (Baca juga: Anggota DPR Minta Menlu Pastikan Keselamatan WNI di Turki)

Banyak orang turki yang trauma terhadap ketidakstabilan ekonomi dan politik akibat kudeta masa lalu. Selain itu, lanjut dia, sinyalemen kudeta sudah terlihat. Tanda-tanda pertama dari kudeta itu terungkap melalui upaya sistematis pemotongan kendali atas jalur transportasi.

Kemudian para prajurit ditempatkan di jembatan utama di Istanbul dan menyumbat beberapa jalan di Ankara dan Izmir. Pesawat Jet Turki F-16 terbang rendah di langit-langit Ankara. Warga sipil disuruh tinggal di dalam rumah. Bandara di seluruh kota ditutup dan penerbangan dihentikan.

Menurut dia, pengkudeta melakukan aksinya dengan mengambil momentum ketika Erdogan berada di luar kota. Tentara Turki mengepung markas Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Istanbul.

Kendati demikian, kudeta tidak berjalan mulus. Tank menuju ke istana perdana menteri di Ankara, tetapi semua dibalas warga pemrotes dengan memblokade beberapa tank. Bahkan, kata dia, helikopter prokudeta dilaporkan ditembak di istana ketika tank mendekat.

Aksi kudeta, kata dia, juga dilakukan dengan mengambil alih media massa dan saluran komunikasi. Lalu kenapa kudeta akhirnya gagal? "Para prokudeta belum sukses menaklukan dua komponen penting dari kriteria kudeta yang berhasil," kata Arya.

Apalagi, sambung dia, demokrasi telah menggariskan bahwa yang akan menentukan siapa yang keluar sebagai pemimpin di Turki adalah rakyat.

Saat itu, kata dia, pendukung Presiden Erdogan bergerak cepat dan massif, dan mereka keluar rumah pada dini hari mengungkapkan dukungan untuk presiden dan partainya.

Kendati militer dikerahkan untuk melakukan pendudukan dan pengamanan di tempat-tempat umum utama seperti Taksim Square, tapi kehadiran aksi balasan lebih luas dan kuat.

Polisi anti huruhara juga telah bergabung dengan para demonstran aksi balasan, menembakkan senjata di udara dan meminta tentara untuk meninggalkan tempat.

"Meski militer menembaki demonstran di Jembatan Bosporus, mereka yang menghasut kudeta jelas malah makin kehilangan dukungan publik. Hal unik, Erdogan meskipun Presiden masih menjadi magnet gerakkan rakyat lawan kudeta di jalanan," tutur Doktor ilmu politik dan hubungan internasional dari Fatih University, Turki ini.

Menurut dia, klik militer juga salah kalkulasi duduki tempat strategis. TV nasional dikuasai, namun lupa provider satelitnya ada di tempat lain. Apalagi saat itu kepala cabang AKP Istanbul secara cepat bergera ke berbagai saluran TV swasta menyerukan warga untuk menolak kudeta dan menuju ke bandara untuk menyambut kedatangan Erdogan.

Arya juga menilai kudeta gagal karena tidak ada soliditas antara pasukan keamanan. Bahkan, tanda-tanda konflik di antara berbagai lapisan militer ternyata masih eksis.
(dam)
Berita Terkait
Turki Peringati Lima...
Turki Peringati Lima Tahun Peristiwa Kudeta Gagal
Dituduh Kudeta Erdogan,...
Dituduh Kudeta Erdogan, Turki Perintahkan Tahan 304 Personel Militer
Endus Upaya Kudeta Turki,...
Endus Upaya Kudeta Turki, Erdogan Gelar Rapat Darurat
Menteri Turki Sebut...
Menteri Turki Sebut AS di Balik Kudeta Gagal 2016
Turki Kecam Upaya Kudeta...
Turki Kecam Upaya Kudeta di Armenia
7 Negara yang Berhasil...
7 Negara yang Berhasil Melakukan Kudeta Militer
Berita Terkini
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved