Perindo: Pemerintah dengan Arab Saudi Perlu Bicarakan Keamanan WNI

Rabu, 06 Juli 2016 - 12:11 WIB
Perindo: Pemerintah...
Perindo: Pemerintah dengan Arab Saudi Perlu Bicarakan Keamanan WNI
A A A
JAKARTA - Serangan teror ‎bom bunuh diri yang terjadi di seluruh belahan dunia‎, terutama di Solo, Jawa Tengah serta di Madinah, Jeddah dan Qatif dikecam Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Khusus terkait di Madinah, Jeddah dan Qatif, Partai Perindo‎ menyarankan pemerintah melakukan pembicaraan lebih detail dengan pemerintah Arab Saudi menyangkut keamanan. Sebab, pelaksanaan ibadah haji tak lama lagi dimulai.‎

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo bidang Hubungan Luar Negeri Wibowo Hadiwardoyo mengatakan, jamaah Indonesia termasuk yang terbesar jumlahnya pada musim haji nanti.

"Perhelatan tahunan itu memerlukan pengamanan ekstra, bukan hanya terhadap serangan dari luar, tetapi juga pengaturan di dalam, agar tragedi kecelakaan seperti tahun lalu tidak terulang," ujar Wibowo Hadiwardoyo‎ kepada Sindonews, Rabu (6/7/2016).

Dia menuturkan, tindak kekerasan dengan menyasar korban tak bersalah seperti bom bunuh diri di belahan dunia belum lama ini jelas tak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. "Partai Perindo menyampaikan simpati kepada para korban, semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya," ungkapnya.‎

Adapun bagi keluarga yang ditinggalkan didoakan mendapatkan jalan keluar yang baik, khususnya yang kehilangan kepala keluarga atau pencari nafkah. Dia menilai, serangan teror di Turki, Saudi, maupun Indonesia, cenderung mengaitkan pelaku serangan bom dengan kelompok radikal ISIS.

"Bila tuduhan ini benar, maka kewaspadaan perlu ditingkatkan di seluruh dunia, mengingat gempuran terhadap ISIS sedang gencar-gencarnya, baik oleh militer Iraq, Turki, Suriah, maupun sekutu-sekutu asingnya," imbuhnya.

Dia melihat‎ keterdesakan di tingkat domestik akan menimbulkan kompensasi serangan di ranah internasional, khususnya di negara-negara yang memiliki andil di Suriah maupun Iraq.‎ Dia juga menilai peringatan kewaspadaan perlu disampaikan oleh pemerintah Indonesia mengingat Timur Tengah dihuni lebih dari sejuta TKI dan menjadi salah satu destinasi favorit orang Indonesia.

Walaupun, sejauh ini belum ada korban tewas dari WNI. "Minimal agar menghindari kawasan-kawasan ramai atau sensitif seperti kedutaan atau konsulat negara penyerang ISIS," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Rumah Ketua KPPS di...
Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Peledak hingga Rusak, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved