Pemerintah Diminta Tindak Tegas Pelaku Vaksin Palsu

Senin, 04 Juli 2016 - 09:13 WIB
Pemerintah Diminta Tindak...
Pemerintah Diminta Tindak Tegas Pelaku Vaksin Palsu
A A A
JAKARTA - Maraknya peredaran obat palsu maupun obat ilegal dirasa sangat meresahkan. Terlebih, yang terakhir ditemukan, yaitu vaksin palsu.

Hal ini dianggap sangat membahayakan. Pasalnya, obat yang seharusnya menyembuhkan, tetapi fungsinya disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi II Arteria Dahlan meminta pemerintah tegas kepada para pelaku. Dan pemerintah harus terbuka terhadap investigasi yang ditemukan terkait peredaran penyalahgunaan berbagai fasilitas kesehatan.

"Saya minta pemerintah segera mengumumkan hasil investigasi peredaran vaksin palsu, baik itu jenis vaksin, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat yang digunakan," kata Arteria melalui siaran pers kepada Sindonews, Senin (4/7/2016).

"Baik itu rumah sakit, klinik, dokter, tenaga kesehatan, petugas pengadaan, cakupan peredaran, maupun korban. Dan yakni siapa saja yang telah menggunakan atau diberikan vaksin yang ternyata palsu tersebut. Hal itu untuk segera dan sedapat mungkin dilakukan upaya pemulihan," imbuhnya.

Politikus PDIP ini menyebut bahwa perbuatan pelaku yang sudah terlihat sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan.

"Masa alasan komersial bisa mengalahkan nilai kemanusiaan, pelaku seperti ini tidak pas dikenakan sanksi hukuman biasa karena perbuatan mereka sangat luar biasa, menghancurkan sumber daya manusia penerus masa depan bangsa," tandasnya.

Menurutnya, tidak cukup hukuman hanya 20 tahun penjara. Karena lanjutnya, ini masalah daya rusak sumber daya manusia Indonesia. Bagaimana mungkin kita membangun manusia indonesia seutuhnya kalau jiwa dan raganya bermasalah dimana kesehatan ini untuk kekebalan tubuh menjadi prasyarat utama.

"Masalah ini tidak sederhana dengan hanya menyatakan ini pelanggaran terhadap undang-undang kesehatan. Atau juga undang-undang perlindungan konsumen dan pencucian uang. Ini serious and extra ordinary crime," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Waspada, Kriminalitas...
Waspada, Kriminalitas Intai Pesepeda
Kriminalitas Jalanan...
Kriminalitas Jalanan Picu Ketakutan Masyarakat
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Jangan Acuhkan Potensi...
Jangan Acuhkan Potensi Kasus Kriminalitas Jalanan
Waspada Penipuan, Kriminalitas...
Waspada Penipuan, Kriminalitas Digital Terus Mengintai
Pandemi Membuat Anomali...
Pandemi Membuat Anomali Kriminalitas Jelang Ramadan
Berita Terkini
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved