Tujuh Nama ABK Nelayan China yang Ditangkap di Laut Natuna
Selasa, 21 Juni 2016 - 14:05 WIB
Tujuh Nama ABK Nelayan China yang Ditangkap di Laut Natuna
A
A
A
JAKARTA - Panglima Komando Armada Barat (Pangamabar) TNI AL Laksda Taufik R menyatakan bantahannya atas perlakuan penembakan yang dituduhkan oleh Pemerintah China.
Taufik mengatakan tidak benar tuduhan yang diungkapkan tersebut. Dalam hal ini TNI juga telah melakukan pemeriksaan.
"Pukul 09.30 WIT, KRI Imam Bonjol-383 menghentikan mesin dan menurunkan tim visit, board, search and seizure (VBSS) atau pemeriksa dengan menggunakan sekoci," kata Taufik di Aula Yos Sudarso Markas Komando Koarmabar, Jakarta pusat, Selasa (21/6/2016).
Tim VBSS telah menemukan tujuh anak buah kapal (ABK) di dalam kapal Han Tan Cou sekitar pukul 10.10 waktu setempat. Ketujuh ABK tersebut di antaranya yakni:
1. Hou Chin Hong (53) nahkoda kapal.
2. Kok Khi Fi (52),
3. Mung Ho Hieng (25),
4. Pui Hoi Woi (28),
5. Tjeng Ceng Sin (36),
6. U Cung Lo (23),
7. Wan Sou Yien (45), perempuan sebagai juru masak.
Taufik menjelaskan, saat itu juga komunikasi antara kapal Han Tan Cou dengan coast Guard China sempat terputus. Kemudian TNI AL mengambil alih komunikasi dengan pasukan penjaga laut melalui radio di frekuensi FM-Ch16.
"Mereka minta kapal ikan (Cina) dilepas, kita tidak mau," tambahnya.
Sebelumnya, penangkapan kapal ikan di China diprotes keras China. Penangkapan kapal yang berisi tujuh ABK tersebut dianggap melanggar. Pihak China mengklaim terdapat penembakan yang dilakukan TNI AL Indonesia di Laut Natuna.
Taufik mengatakan tidak benar tuduhan yang diungkapkan tersebut. Dalam hal ini TNI juga telah melakukan pemeriksaan.
"Pukul 09.30 WIT, KRI Imam Bonjol-383 menghentikan mesin dan menurunkan tim visit, board, search and seizure (VBSS) atau pemeriksa dengan menggunakan sekoci," kata Taufik di Aula Yos Sudarso Markas Komando Koarmabar, Jakarta pusat, Selasa (21/6/2016).
Tim VBSS telah menemukan tujuh anak buah kapal (ABK) di dalam kapal Han Tan Cou sekitar pukul 10.10 waktu setempat. Ketujuh ABK tersebut di antaranya yakni:
1. Hou Chin Hong (53) nahkoda kapal.
2. Kok Khi Fi (52),
3. Mung Ho Hieng (25),
4. Pui Hoi Woi (28),
5. Tjeng Ceng Sin (36),
6. U Cung Lo (23),
7. Wan Sou Yien (45), perempuan sebagai juru masak.
Taufik menjelaskan, saat itu juga komunikasi antara kapal Han Tan Cou dengan coast Guard China sempat terputus. Kemudian TNI AL mengambil alih komunikasi dengan pasukan penjaga laut melalui radio di frekuensi FM-Ch16.
"Mereka minta kapal ikan (Cina) dilepas, kita tidak mau," tambahnya.
Sebelumnya, penangkapan kapal ikan di China diprotes keras China. Penangkapan kapal yang berisi tujuh ABK tersebut dianggap melanggar. Pihak China mengklaim terdapat penembakan yang dilakukan TNI AL Indonesia di Laut Natuna.
(maf)