MA dan KY Diminta Perketat Pengawasan Hakim

Sabtu, 18 Juni 2016 - 15:51 WIB
MA dan KY Diminta Perketat...
MA dan KY Diminta Perketat Pengawasan Hakim
A A A
JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) diminta memperkuat fungsi dan tugasnya untuk memperbaiki dunia peradilan di Indonesia.

Langkah tersebut perlu diambil pasca terungkapnya sejumlah kasus korupsi yang melibatkan penegak hukum dan staf pengadilan. Kasus terbaru ialah penangkapan Rohadi, Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang diduga menerima suap terkait putusan perkara kasus pencabulan dengan terdakwa pedangdut Saipul Jamil.

"MA harus memperkuat badan pengawasan dan mengoptimalkan pengawasan melekat untuk konteks pengawasan internal. Sementara khusus untuk hakim, MA perlu memperkuat kerjasama dengan KY," tutur peneliti PSHK Miko Ginting saat dihubungi Sindonews, Sabtu (18/6/2016). (Baca juga: Empat Tersangka Suap Panitera PN Jakut Ditangkap KPK)

Miko menyebut penangkapan Rohadi semakin menunjukkan integritas penegak hukum masih perlu dibenahi. Dia menilai pimpinan MA harus mengambil langkah proaktif dan tepat mencegah terulangnya kasus semacam itu.

"Penyimpangan ini terjadi karena rapuhnya pengawasan terhadap hakim maupun staf pengadilan. Ditambah lagi banyaknya celah pada tata kelola pengadilan," tuturnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar tata kelola pengadilan dibenahi. "Hal itu akan terjadi jika ada komitmen yang kuat dari pimpinan MA," katanya.

Sebelumnya, KPK melakukan penangkapan terhadap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) berinisial R. Bersama R, penyidik KPK juga menangkap seorang pengacara yang diduga sebagai pelaku suap.

Suap diduga untuk penanganan perkara kasus pidana asusila terhadap anak dengan terdakwa pedangdut Saipul Jamil.
(dam)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved