Diperiksa MKD, Ruhut Minta Maaf Terkait Ucapan Hak Asasi Monyet

Selasa, 14 Juni 2016 - 21:19 WIB
Diperiksa MKD, Ruhut...
Diperiksa MKD, Ruhut Minta Maaf Terkait Ucapan Hak Asasi Monyet
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul telah dimintai keterangan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, hari ini.

Pemanggilan politikus Partai Demokrat itu menindaklanjuti laporan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Saat dimintai keterangan, Ruhut menyampaikan maafnya ke MKD karena telah mempelesetkan hak asasi manusia (HAM) menjadi hak asasi monyet saat rapat kerja antara Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti Rabu 20 April 2016.

Ketua MKD Surahman Hidayat mengatakan, ‎Ruhut sengaja mempelesetkan HAM menjadi hak asasi manusia karena geram banyak pihak yang seolah membela HAM, tetapi tak diterapkan.

Surahman mengungkapkan hal itu berdasarkan atas pengakuan Ruhut ketika dimintai keterangan MKD. "Dari kekecewaan itu terlontarlah kata-kata, jadi konteksnya menurut dia candaan lah gitu," kata Surahman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Kendati Ruhut sudah meminta maaf, namun kasus dugaan kode etik yang bersangkutan belum selesai.‎ MKD pun berencana memanggil kembali Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak selaku pelapor.

Keterangan Dahnil dianggap perlu oleh MKD untuk mengkonfirmasi pengakuan Ruhut.‎ Sementara Ruhut mengaku sudah semaksimal mungkin menjelaskan persoalan itu ke MKD. "Saya berterima kasih kepada MKD telah mengingatkan saya," ujarnya.

Terkait ucapannya yang dipersoalkan Dahnil, Ruhut mengatakan hal itu tidak terlepas dari pembawaannya yang berasal dari Medan. Dia pun sudah menjelaskan hal tersebut kepada MKD. "Tadi aku terangkan dengan baik bahwa kalian tahu saya orang Medan. Orang Medan kan kalau ngomong ya seperti ini, ya begitu saja. Aku terangkan dengan baik. Orang Medan kan kalau ngomong memang seperti itu. Dari MKD nya bisa terima," tuturnya.

Menurut dia, persoalan ini muncul karena adanya salah persepsi. Dia mengaku sudah memberikan penjelasan kepada MKD.
(dam)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Lewat Sebuah Buku, Desmond...
Lewat Sebuah Buku, Desmond Mahesa Ungkap Seluk-Beluk tentang DPR
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved