Luhut Minta Polri Tak Berlebihan Tangani Isu Komunis

Jum'at, 20 Mei 2016 - 14:46 WIB
Luhut Minta Polri Tak...
Luhut Minta Polri Tak Berlebihan Tangani Isu Komunis
A A A
JAKARTA - Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menilai, niat pemerintah untuk menuntaskan kasus tragedi 1965 tak melulu dikaitkan dengan kebangkitan paham komunisme di Indonesia.

Menurut Luhut, penuntasan itu dilakukan karena isu tersebut sudah menjadi perbincangan dunia internasional.

"Jadi kita ingin tuntasin supaya (Indonesia) enggak di-bully lagi di dunia internasional," kata Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (20/5/2016).

Terkait informasi penyebaran paham marxisme, leninisme dan komunisme, kata Luhut pemerintah secara tegas melarang ajaran tersebut. Namun aparat keamanan seperti kepolisian dalam menangani 'paham' komunisme diminta tak berlebihan.

"Sehingga jangan sensi juga. Kalau satu orang pakai baju itu baru datang dari mana dianggap penyebaran komunisme ya keliru juga. Nanti kita jadi negara bukan demokratis dong. Jangan juga," ujarnya.

Luhut mempersilakan polisi bertindak, jika penyebaran melalui simbol paham terlarang itu terlihat secara massif. Dia menekankan, agar tindakan tersebut dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Jadi kita juga jangan terlalu represif, nanti orang luar lihat kita lagi, nah Indonesia demokrasi katanya, tapi ternyata represif. Jadi kearifan dari pemimpin elite ini jadi penting," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
PKS Bantah Isue Komunisme...
PKS Bantah Isue Komunisme dalam RUU HIP sebagai Upaya Pembodohan Terhadap Publik
Polisi Dalami Penemuan...
Polisi Dalami Penemuan Bendera Merah Putih Bergambar Palu Arit di Unhas
PM Thongloun Ditunjuk...
PM Thongloun Ditunjuk Menjadi Pemimpin Baru Partai Komunis Laos
Partai Komunis Afrika...
Partai Komunis Afrika Selatan: Israel Negara Jahat yang Harus Dihancurkan
2 Negara Komunis yang...
2 Negara Komunis yang Jadi Anggota ASEAN, Salah Satunya Jarang Diketahui
Fadli Zon Sebut Ideologi...
Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved