Pengedar Narkoba Harus Diberi Sanksi, Pecandunya Dipulihkan
Minggu, 15 Mei 2016 - 18:14 WIB
Pengedar Narkoba Harus Diberi Sanksi, Pecandunya Dipulihkan
A
A
A
JAKARTA - Sanksi berat bagi para pecandu narkoba dinilai tidak memberikan efek jera. Cara yang tepat untuk mengatasi pecandu narkoba melalui proses pemulihan.
Anggota Komisi VI DPR, Siti Mukaromah mengingatkan, hal utama yang perlu dilakukan adalah pengawasan peredaran narkoba yang membawa dampak negatif pagi masyarakat.
"Jika hanya sanksi, itu hanya menjadi beban negara saja. Istilahnya di upgrade ulang," ujar wanita yang akrab dipanggil Erma itu dalam acara diskusi bertajuk, Minuman Beralkohol dan Remaja, Bagaimana Solusinya? di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2016).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, sanksi bagi para pengedar harus menimbulkan efek jera. "Jadi ya buat apa ada sanksi kalau terus dan terus terulang," ucapnya. (Baca: Pemuda Perindo Ajak HMI Berperan Aktif dalam Pemberantasan Narkoba)
Sementara itu mengenai pemulihan bagi para pecandu narkoba, menurutnya menjadi tanggung jawab pemerintah. "Ini bagian penting, kita harus bahas secara baik. Bicara tentang masa depan bangsa, dan kita harus bahas panjang," tandasnya.
Anggota Komisi VI DPR, Siti Mukaromah mengingatkan, hal utama yang perlu dilakukan adalah pengawasan peredaran narkoba yang membawa dampak negatif pagi masyarakat.
"Jika hanya sanksi, itu hanya menjadi beban negara saja. Istilahnya di upgrade ulang," ujar wanita yang akrab dipanggil Erma itu dalam acara diskusi bertajuk, Minuman Beralkohol dan Remaja, Bagaimana Solusinya? di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2016).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, sanksi bagi para pengedar harus menimbulkan efek jera. "Jadi ya buat apa ada sanksi kalau terus dan terus terulang," ucapnya. (Baca: Pemuda Perindo Ajak HMI Berperan Aktif dalam Pemberantasan Narkoba)
Sementara itu mengenai pemulihan bagi para pecandu narkoba, menurutnya menjadi tanggung jawab pemerintah. "Ini bagian penting, kita harus bahas secara baik. Bicara tentang masa depan bangsa, dan kita harus bahas panjang," tandasnya.
(kur)