Tak Masalah jika Kalah, Ini Niat Syahrul Limpo Nyalon Ketum Golkar
Minggu, 08 Mei 2016 - 18:10 WIB
Tak Masalah jika Kalah, Ini Niat Syahrul Limpo Nyalon Ketum Golkar
A
A
A
JAKARTA - Syahrul Yasin Limpo merasa tidak masalah jika akhirnya kalah dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali, 15-17 Mei 2016.
Gubernur Sulawesi Selatan itu mengungkapkan niatnya ikut mendaftar calon ketua umum Golkar untuk menghentikan budaya politik uang. Hal tersebut dibuktikan Syahrul dengan menolak membayar iuran sebesar Rp1 miliar kepada panitia Munaslub.
"Untuk saya menang atau kalah bukan prioritas tapi bagaimana kita mampu menghentikan masalah politik uang," kata Syahrul saat konferensi pers di Restoran Beautica, Jalan Hang Lekir, Jakarta, Minggu (8/5/2016).
Dia menegaskan, yang terpenting proses pemilihan ketua umum di partai berlambang pohon beringin itu berjalan bersih dari politik uang.
Ketika disinggung apakah dirinya sudah melaporkan harta kekayaannya kepada panitia Munaslub, Syahrul enggan menjawab secara tegas.
"Saya kan pemegang lima kali pemerintahan dengan proses clean and clear. Oleh karena itu kekayaan saya sudah diaudit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," katanya.
Gubernur Sulawesi Selatan itu mengungkapkan niatnya ikut mendaftar calon ketua umum Golkar untuk menghentikan budaya politik uang. Hal tersebut dibuktikan Syahrul dengan menolak membayar iuran sebesar Rp1 miliar kepada panitia Munaslub.
"Untuk saya menang atau kalah bukan prioritas tapi bagaimana kita mampu menghentikan masalah politik uang," kata Syahrul saat konferensi pers di Restoran Beautica, Jalan Hang Lekir, Jakarta, Minggu (8/5/2016).
Dia menegaskan, yang terpenting proses pemilihan ketua umum di partai berlambang pohon beringin itu berjalan bersih dari politik uang.
Ketika disinggung apakah dirinya sudah melaporkan harta kekayaannya kepada panitia Munaslub, Syahrul enggan menjawab secara tegas.
"Saya kan pemegang lima kali pemerintahan dengan proses clean and clear. Oleh karena itu kekayaan saya sudah diaudit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," katanya.
(dam)