Muncul di Gedung KPK, Calon Wakil Ahok Ngaku Kasih Data
Kamis, 28 April 2016 - 13:36 WIB
Muncul di Gedung KPK, Calon Wakil Ahok Ngaku Kasih Data
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (28/4/2016).
Calon Wakil dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakrta 2017 ini mengaku kedatangannya untuk memberikan data.
Data yang akan diberikannya terkait dengan rancangan peraturan daerah (raperda) menyangkut reklamasi Teluk Jakarta. "Cuma mau ngasih data ini saja," kata Heru saat memasuki Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/4/2016).
Selain Heru, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ferial Sofyan juga turut datang ke Gedung KPK.
Belum diketahui tujuan kedatangangan Ferial ke gedung lembaga pemberantasan korupsi itu. Belum jelas apakah kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan atau bukan.
Pada hari ini, penyidik KPK memeriksa Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhamad Taufik dalam penyidikan kasus dugaan suap dalam pembahasan rencangan peraturan daerah (raperda) menyangkut reklamasi Teluk Jakarta.
Taufik diperiksa dalam kapasitas sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD DKI Jakarta. Taufik sudah beberapa kali diperiksa KPK.
Selain Taufik, penyidik KPK memeriksa Winoto Candra dari pihak Swasta dan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi untuk diperiksa sebagai saksi kasus Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja.
"Para saksi diperiksa untuk tersangka AWJ (Ariesman Widjaja)," tutur Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Sanusi, Ariesman dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro sebagai tersangka.
Untuk memudahkan penyidikan, KPK mencegah Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjaja dan Chairman Agung Sedaya Group Sugianto Kusumah atau Aguan ke luar negeri. Keduanya berstatus saksi.
Calon Wakil dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakrta 2017 ini mengaku kedatangannya untuk memberikan data.
Data yang akan diberikannya terkait dengan rancangan peraturan daerah (raperda) menyangkut reklamasi Teluk Jakarta. "Cuma mau ngasih data ini saja," kata Heru saat memasuki Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/4/2016).
Selain Heru, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ferial Sofyan juga turut datang ke Gedung KPK.
Belum diketahui tujuan kedatangangan Ferial ke gedung lembaga pemberantasan korupsi itu. Belum jelas apakah kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan atau bukan.
Pada hari ini, penyidik KPK memeriksa Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhamad Taufik dalam penyidikan kasus dugaan suap dalam pembahasan rencangan peraturan daerah (raperda) menyangkut reklamasi Teluk Jakarta.
Taufik diperiksa dalam kapasitas sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD DKI Jakarta. Taufik sudah beberapa kali diperiksa KPK.
Selain Taufik, penyidik KPK memeriksa Winoto Candra dari pihak Swasta dan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi untuk diperiksa sebagai saksi kasus Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (APL) Ariesman Widjaja.
"Para saksi diperiksa untuk tersangka AWJ (Ariesman Widjaja)," tutur Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Sanusi, Ariesman dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro sebagai tersangka.
Untuk memudahkan penyidikan, KPK mencegah Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjaja dan Chairman Agung Sedaya Group Sugianto Kusumah atau Aguan ke luar negeri. Keduanya berstatus saksi.
(dam)