Sekjen Golkar Minta Kepastian Kemenkumham

Senin, 25 April 2016 - 12:16 WIB
Sekjen Golkar Minta...
Sekjen Golkar Minta Kepastian Kemenkumham
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Bali, Idrus Marham kembali menyambangi kantor Kementerian Hukum dan HAM.

Kedatangan Idrus kali ini untuk memastikan Surat Keputusan (SK) Menkumham tentang pengesahan kepengurusan Partai Golkar.

"Saya hadir mau mengecek mana yang harus ditandatangani," kata Idrus di kantor Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (25/4/2016).

Idrus mengatakan, pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar mendatang masih menunggu kepastian SK dari Menkumham.

Oleh karena itu dia berharap SK kepengurusan hasil kompromi antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tersebut segera terbit. "Mudah-mudahan dapat selesai hari ini," kata Idrus.
(dam)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved