Poros Muda Ingin Priyo Bisa Atasi Situasi di Golkar
Kamis, 21 April 2016 - 17:09 WIB
Poros Muda Ingin Priyo Bisa Atasi Situasi di Golkar
A
A
A
JAKARTA - Poros Muda Golkar (PMG) menemui calon Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Priyo Budi Santoso. Kunjungan Poros Muda Golkar ini bagian dari roadshow keenam para kandidat calon Ketum Golkar.
"Poros muda organisasi taktis yang sifatnya situasional. Anak muda prihatin dengan keadaan yang terjadi di Golkar," kata Perwakilan PMG, Pahlevi Pangeran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016).
Pahlevi mengatakan, organisasinya yang mengusung tagline Pro Visi negara kesejahteraan 2045 berharap Priyo selaku Caketum Golkar mampu mengejewantahkan visi perjuangan mereka.
"Dalam kunjungan kami ke mas Priyo punya harapan yang sama, ada satu visi besar yang harus kita kawal sampai akhir," ungkapnya.
Pahlevi menilai, apa yang terjadi di Golkar selama ini adalah dinamika politik, bukan konflik. Sehingga, ia berharap modal kemampuan Priyo selama berorganisasi di Golkar mampu membawa partai berlambang pohon beringin ke arah rekonsiliatif.
"Kami juga sepakat bahwa di dalam dinamika saat ini yang terjadi, mengedepankan demokratisasi dan rekonsiliasi," pungkasnya.
"Poros muda organisasi taktis yang sifatnya situasional. Anak muda prihatin dengan keadaan yang terjadi di Golkar," kata Perwakilan PMG, Pahlevi Pangeran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/4/2016).
Pahlevi mengatakan, organisasinya yang mengusung tagline Pro Visi negara kesejahteraan 2045 berharap Priyo selaku Caketum Golkar mampu mengejewantahkan visi perjuangan mereka.
"Dalam kunjungan kami ke mas Priyo punya harapan yang sama, ada satu visi besar yang harus kita kawal sampai akhir," ungkapnya.
Pahlevi menilai, apa yang terjadi di Golkar selama ini adalah dinamika politik, bukan konflik. Sehingga, ia berharap modal kemampuan Priyo selama berorganisasi di Golkar mampu membawa partai berlambang pohon beringin ke arah rekonsiliatif.
"Kami juga sepakat bahwa di dalam dinamika saat ini yang terjadi, mengedepankan demokratisasi dan rekonsiliasi," pungkasnya.
(maf)