Polri Gelar Sidang Etik Anggota Densus Terkait Kematian Siyono
Selasa, 19 April 2016 - 13:13 WIB
Polri Gelar Sidang Etik Anggota Densus Terkait Kematian Siyono
A
A
A
JAKARTA - Kepada Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, sidang etik dan disiplin terhadap anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 terhadap kematian terduga teroris Siyono, tengah dilaksanakan di Gedung Transnational Crime Center (TNCC), namun sidang tersebut dilakukan tertutup.
"Sidang digelar hari ini dan tertutup. Ini pertimbangan majelis hakim demi keselamatan anggota Densus sendiri," kata Anton Charliyan saat dihubungi melalui telepon, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Sebelumnya, Propam Mabes Polri sudah terlebih dulu memeriksa tujuh anggota Densus 88 atas kematian terduga teroris Siyono dan hasil sementara pemeriksaan serta rekonstruksi di lapangan jelas bahwa Densus 88 harus bertanggung jawab atas kematian Siyono karena tidak menjalankan Standard Operating Procedures (SOP).
Diketahui, pada 8 Maret 2016 Densus 88 telah melakukan penangkapan Siyono di dekat kediamannya di Klaten, Jawa Tengah, selanjutnya pada 10 Maret, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Siyono dan keesokan harinya pada 11 Maret Siyono dikabarkan meninggal dunia akibat kepalanya terbentur besi dalam mobil.
"Sidang digelar hari ini dan tertutup. Ini pertimbangan majelis hakim demi keselamatan anggota Densus sendiri," kata Anton Charliyan saat dihubungi melalui telepon, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Sebelumnya, Propam Mabes Polri sudah terlebih dulu memeriksa tujuh anggota Densus 88 atas kematian terduga teroris Siyono dan hasil sementara pemeriksaan serta rekonstruksi di lapangan jelas bahwa Densus 88 harus bertanggung jawab atas kematian Siyono karena tidak menjalankan Standard Operating Procedures (SOP).
Diketahui, pada 8 Maret 2016 Densus 88 telah melakukan penangkapan Siyono di dekat kediamannya di Klaten, Jawa Tengah, selanjutnya pada 10 Maret, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Siyono dan keesokan harinya pada 11 Maret Siyono dikabarkan meninggal dunia akibat kepalanya terbentur besi dalam mobil.
(maf)