Mabes Polri Luruskan Tudingan Sebut Muhammadiyah Pro Teroris
Kamis, 07 April 2016 - 11:49 WIB
Mabes Polri Luruskan Tudingan Sebut Muhammadiyah Pro Teroris
A
A
A
JAKARTA - Kencangnya pemberitaan yang menyatakan bahwa Polri menuduh organisasi besar Muhammadiyah sebagai pendukung teroris menimbulkan kericuhan. Pihak Mabes Polri pun angkat bicara meluruskan pemberitaan itu.
Pasalnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, pihaknya tidak pernah mengatakan Muhammadiyah sebagai pendukung teroris.
"Kemarin ada satu berita yang berkembang, jadi kami (Polri) perlu meluruskan. Saya katakan bahwa siapapun juga yang mendukung atau membela teroris itu adalah pro dengan teroris. Saya tidak pernah menuduh Muhammadiyah pro dengan teroris," tegas Anton di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Anton menambahkan, pemberitaan yang berkembang saat ini menjelaskan kalau ada kelompok radikal yang tengah melakukan provokasi yang sangat luar biasa antara Polri dengan Muhammadiyah.
"Buktinya ada sebaran poster yang mengatakan Muhammadiyah bisa menampung korban teroris yang digerebek oleh Densus 88. Padahal Muhammadiyah tidak pernah membuat poster," kata Anton.
Adapun isi pesan dalam poster tersebut sebagai berikut: "Perhatian bagi warga kota Surabaya yang tempat kediamannya digerebek atau tetangga, kerabat, teman dan keluarganya ditangkap oleh Densus 88 segera hubungi kami. Kami akan melakukan pendampingan dan advokasi."
Saat Polri mengkonfirmasi ke pihak Muhammadiyah, faktanya organisasi yang dipimpin Haedar Nashir ini mengaku tidak pernah membuat poster seperti itu. "Ini artinya jelas ada provokasi dari golongan radikal, gambar ini tidak dirilis dari Muhammadiyah," jelas Anton.
Pasalnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, pihaknya tidak pernah mengatakan Muhammadiyah sebagai pendukung teroris.
"Kemarin ada satu berita yang berkembang, jadi kami (Polri) perlu meluruskan. Saya katakan bahwa siapapun juga yang mendukung atau membela teroris itu adalah pro dengan teroris. Saya tidak pernah menuduh Muhammadiyah pro dengan teroris," tegas Anton di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Anton menambahkan, pemberitaan yang berkembang saat ini menjelaskan kalau ada kelompok radikal yang tengah melakukan provokasi yang sangat luar biasa antara Polri dengan Muhammadiyah.
"Buktinya ada sebaran poster yang mengatakan Muhammadiyah bisa menampung korban teroris yang digerebek oleh Densus 88. Padahal Muhammadiyah tidak pernah membuat poster," kata Anton.
Adapun isi pesan dalam poster tersebut sebagai berikut: "Perhatian bagi warga kota Surabaya yang tempat kediamannya digerebek atau tetangga, kerabat, teman dan keluarganya ditangkap oleh Densus 88 segera hubungi kami. Kami akan melakukan pendampingan dan advokasi."
Saat Polri mengkonfirmasi ke pihak Muhammadiyah, faktanya organisasi yang dipimpin Haedar Nashir ini mengaku tidak pernah membuat poster seperti itu. "Ini artinya jelas ada provokasi dari golongan radikal, gambar ini tidak dirilis dari Muhammadiyah," jelas Anton.
(kri)