Nasdem Siap Pecat Bestari jika Terbukti Terima Gratifikasi
Rabu, 06 April 2016 - 22:16 WIB
Nasdem Siap Pecat Bestari jika Terbukti Terima Gratifikasi
A
A
A
JAKARTA - Partai Nasdem siap memecat seorang kadernya Bestari Barus jika terbukti menerima gratifikasi dari Mohamad Sanusi.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengakui menerima mobil Toyota Alphard dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi. Namun dia menegaskan pemberian itu bukan gratifikasi dan tidak terkait dengan raperda reklamasi. (Baca juga: Politikus Nasdem Ini Pernah Terima Alphard dari Sanusi)
Diketahui, saat ini Sanusi adalah tersangka kasus dugaan suap terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur tentang zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan rencana tata ruang (RTR) pantai utara Jakarta.
"Kalau Partai Nasdem sudah jelas, kita tidak mentolerir kader-kader yang tersangkut kasus korupsi," kata Sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR Syarief Abdullah Al Kadrie saat dihubungi Sindonews, Rabu (6/4/2016) malam.
Namun, kata dia, hingga saat ini partainya belum bisa memberikan sanksi kepada Bestari karena belum ada bukti yang bersangkutan menerima gratifikasi.
"Kalau mobil Alphard itu dia beli dari Sanusi kan tak menjadi masalah, bukan gratifikasi. Kita lihat saja perkembangannya bagaimana nanti," tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengakui menerima mobil Toyota Alphard dari Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi. Namun dia menegaskan pemberian itu bukan gratifikasi dan tidak terkait dengan raperda reklamasi. (Baca juga: Politikus Nasdem Ini Pernah Terima Alphard dari Sanusi)
Diketahui, saat ini Sanusi adalah tersangka kasus dugaan suap terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur tentang zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan rencana tata ruang (RTR) pantai utara Jakarta.
"Kalau Partai Nasdem sudah jelas, kita tidak mentolerir kader-kader yang tersangkut kasus korupsi," kata Sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR Syarief Abdullah Al Kadrie saat dihubungi Sindonews, Rabu (6/4/2016) malam.
Namun, kata dia, hingga saat ini partainya belum bisa memberikan sanksi kepada Bestari karena belum ada bukti yang bersangkutan menerima gratifikasi.
"Kalau mobil Alphard itu dia beli dari Sanusi kan tak menjadi masalah, bukan gratifikasi. Kita lihat saja perkembangannya bagaimana nanti," tuturnya.
(dam)