Soal Kematian Siyono, Propam Polri Usut Kelalaian Densus 88

Rabu, 06 April 2016 - 16:36 WIB
Soal Kematian Siyono,...
Soal Kematian Siyono, Propam Polri Usut Kelalaian Densus 88
A A A
JAKARTA - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propram) Mabes Polri sedang melakukan investigasi terhadap dua anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang mengawal Siyono menunjukkan lokasi tempat persembunyian senjata di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Kepala Divisi Propram Polri Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan mengatakan, insiden perkelahian antara anggota Densus dan Siyono merupakan akibat dari kesalahan prosedur anggota Densus 88.

Menurut dia, anggota Densus tidak melapor ke satuan wilayah di Klaten untuk melakukan pengawalan terhadap Siyono. “Ya itu salahnya Densus, Densus kan kadang-kadang tidak melaporkan di satuan wilayah setempat jadi mereka tidak melapor ke Kapolres setempat juga. Jadi enggak ada yang tahu kalau Densus mengawal,” kata Iriawan saat dihubungi, Jakarta, Rabu (6/4/2016). (Baca juga: Kontras Minta Kapolri Tindak Anggota Densus Atas Kematian Siyono)

Iriawan menambahkan saat menangani terduga teroris, Densus harus diam-diam. Tujuannya agar tidak diketahui oleh jaringan teroris maupun kerlompok radikal lainnya. “Cuma yang disalahkan itu kan dia (anggota Densus) karena lalai, kemudian cuma dikawal dua orang jadi ya dia salah,” ujar Iriawan.

Propram Polri telah memeriksa dua anggota Densus yang mengawal Siyono. Dari rekonstruksi di lapangan, hasil sementara anggota Densus bersalah karena tidak bertindak sesuai standard operating procedure (SOP) sehingga Densus harus bertanggung jawab.

"Memang ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh anggota Densus.Dalam melakukan pembawaan tersangka (Siyono) itu harusnya kan diborgol tapi mereka (Densus) tidak melaksanakan SOP itu. Kedua, harusnya dalam membawa tersangka itu minimal dua orang (kanan dan kiri) tapi dia malah satu,” tuturnya.

Siyono meninggal pada tanggal 11 Maret 2016 lalu. Warga Klaten itu meninggal setelah dijemput oleh anggota Densu 88 Antiteror yang menduganya sebagai anggota jaringan teroris.
(dam)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Densus 88 Tangkap 59...
Densus 88 Tangkap 59 Tersangka Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Penangkapan Terduga...
Penangkapan Terduga Teroris di Medan
Pasca Penangkapan Terduga...
Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Kapolda Pastikan Situasi Babel Kondusif
KAI Buka Suara Terkait...
KAI Buka Suara Terkait Penangkapan Satu Pegawai Terduga Teroris
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved