Soal Insiden Natuna, Jokowi Diingatkan Hati-hati Mengambil Sikap

Senin, 28 Maret 2016 - 14:24 WIB
Soal Insiden Natuna,...
Soal Insiden Natuna, Jokowi Diingatkan Hati-hati Mengambil Sikap
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia (FDIP-UI), Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar berhati-hati menyikapi kasus 'illegal fishing' di Perairan Natuna yang diduga melibatkan kapal berbendera Tiongkok (China).

"Masalah Natuna saya hanya peringatkan Bapak Presiden dan Bapak Presiden mencatatnya," ujar Connie di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/3/2016).

Dia menilai, masyarakat Indonesia kerap terbawa emosi dalam menghadapi masalah perbatasan khususnya menyangkut batas perairan. Sehingga, tak jarang masalah tersebut ingin segera dibawa ke Mahkamah Internasional.

Dalam kasus Natuna, Connie mengingatkan agar pemerintah melihat hal itu secara jeli. Pasalnya, China sedang mempersoalkan status Kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dianggap tidak masuk dalam perjanjian internasional.

Menurutnya, dalam perjanjian internasional hanya dikenal kapal penindak adalah dari Angkatan Laut maupun Badan Keamanan Laut (Bakamla). "Kapal kemarin yang melakukan tindakan itu KP. Kapal ini tidak dikenal di internasional," ucapnya.

Maka itu, dia meminta pemerintah tak terpengaruh untuk membawa kasus 'illegal fishing' di perairan Natuna ke ranah Mahkamah Internasional dulu. Dia khawatir Indonesia akan kalah dengan China.

"Jadi saya ajukan kalau KKP itu harus diakui sebagai kapal penindak di atas laut, maka daftarkanlah sebagai kapal goverment," tegas Connie yang juga President Indonesia Institute For Maritime Studies ini.

Seperti diberitakan, pada operasi dua pekan lalu, KP Hiu 11 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap kapal pelaku penangkapan ikan ilegal asal China, KM Kway Fey 10078, di perairan Natuna, Sabtu 19 Maret 2016.

Proses penangkapan tersebut tidak berjalan mulus, karena sebuah kapal coast guard China secara sengaja menabrak KM Kway Fey 10078, Minggu 20 Maret 2016 dini hari ketika operasi penggiringan kapal nelayan ilegal dilakukan. Manuver berbahaya itu diduga untuk mempersulit KP Hiu 11 menahan awak KM Kway Fey 10078.

PILIHAN:
Proyek Perpustakaan Dikritik, Ini Tanggapan Ketua DPR

Fahri: Pejabat Kita Senang Lihat Orang Menderita di Penjara
(kri)
Berita Terkait
Jualan Ikan Cupang Curian...
Jualan Ikan Cupang Curian Lewat Medsos, Pemuda Tulungagung Dibekuk Polisi
Polisi Gulung 3 Pencuri...
Polisi Gulung 3 Pencuri 297 Kg Ikan Cakalang
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Curi Ikan dengan Trawl,...
Curi Ikan dengan Trawl, 3 Kapal Malaysia Diamankan
Edhy Prabowo Beberkan...
Edhy Prabowo Beberkan Modus-modus Kejahatan Pelaku Pencurian Ikan
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved