Langkah Setnov Batasi Gerak Tenaga Ahli Fraksi Golkar Dikritik
Jum'at, 18 Maret 2016 - 17:48 WIB
Langkah Setnov Batasi Gerak Tenaga Ahli Fraksi Golkar Dikritik
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto (Setnov) dinilai paranoid, karena melarang tenaga ahli anggota Fraksi Golkar di DPR ikut kampanye calon Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar.
Adapun larangan dari Setya Novanto itu tertuang dalam surat bernomor INT.00.755/FPG/DPR-RI/III/2016 tertanggal 14 Maret 2016, dan ditujukan untuk seluruh anggota Fraksi Golkar DPR, tenaga ahli Fraksi Golkar dan tenaga ahli anggota Fraksi Golkar.
Pengamat politik dari Segitiga Institute Muhammad Sukron berpendapat, surat itu membuktikan Setnov dan Aziz Syamsuddin menutup ruang bagi lawannya untuk mempersiapkan diri menjelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar tahun ini.
"Novanto cuma paranoid saja, padahal pemilihan Ketua Umum Golkar itu tergantung pengurus daerah dan DPP Golkar yang punya hak suara di munaslub, tak ada kaitan dengan tenaga ahli fraksi," kata Sukron saat dihubungi wartawan, Jumat (18/3/2016).
Lebih lanjut dia berpendapat, jauh lebih baik Setnov bisa sering hadir dalam setiap rapat di DPR, bukan justru menitip absen seperti kejadian pada rapat paripurna beberapa waktu lalu.
"Novanto harusnya ngaca dong, bukan performa tenaga ahli yang harusnya diperbaiki, tapi justru performa dirinya sendiri," ucapnya.
Diketahui, Setnov sempat diperbincangkan netizen karena ketahuan menitip absen rapat paripurna, sementara Setya berada di Sulawesi Utara.
Pilihan:
Ani Yudhoyono Nyapres, Marzuki Alie Bilang Belanda Masih Jauh
Adapun larangan dari Setya Novanto itu tertuang dalam surat bernomor INT.00.755/FPG/DPR-RI/III/2016 tertanggal 14 Maret 2016, dan ditujukan untuk seluruh anggota Fraksi Golkar DPR, tenaga ahli Fraksi Golkar dan tenaga ahli anggota Fraksi Golkar.
Pengamat politik dari Segitiga Institute Muhammad Sukron berpendapat, surat itu membuktikan Setnov dan Aziz Syamsuddin menutup ruang bagi lawannya untuk mempersiapkan diri menjelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar tahun ini.
"Novanto cuma paranoid saja, padahal pemilihan Ketua Umum Golkar itu tergantung pengurus daerah dan DPP Golkar yang punya hak suara di munaslub, tak ada kaitan dengan tenaga ahli fraksi," kata Sukron saat dihubungi wartawan, Jumat (18/3/2016).
Lebih lanjut dia berpendapat, jauh lebih baik Setnov bisa sering hadir dalam setiap rapat di DPR, bukan justru menitip absen seperti kejadian pada rapat paripurna beberapa waktu lalu.
"Novanto harusnya ngaca dong, bukan performa tenaga ahli yang harusnya diperbaiki, tapi justru performa dirinya sendiri," ucapnya.
Diketahui, Setnov sempat diperbincangkan netizen karena ketahuan menitip absen rapat paripurna, sementara Setya berada di Sulawesi Utara.
Pilihan:
Ani Yudhoyono Nyapres, Marzuki Alie Bilang Belanda Masih Jauh
(maf)