Menkumham Tolak Dianggap Berperan dalam Perpecahan Parpol

Rabu, 24 Februari 2016 - 20:33 WIB
Menkumham Tolak Dianggap...
Menkumham Tolak Dianggap Berperan dalam Perpecahan Parpol
A A A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menolak anggapan dirinya penyebab kekisruhan partai politik.

Yasonna mengatakan Kementerian Hukum dan HAM justru menginginkan parpol di Indonesia bisa bersatu dan berperan maksimal dalam pembangunan.

"Harapan pemerintah bagamana partai yang ada benar-benar berperan membangun bangsa. Tidak ada keinginan pemerintah sedikit pun memancing di air keruh atas kekisruhan dimasing-masing partai," ucap Yasonna saat menghadiri Mukernas IV Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (24/2/2016).

Menurut doa, pemerintah sudah melangkah jauh untuk membantu menyelesaikan partai yang berselisih. Di antaranya, kata dia, memerintahkan perselisihan kembali ke mahkamah partai dan mendorong terciptanya musyawarah nasional (munas) dan muktamar baru untuk mengakhiri polemik keabsahan kepengurusan.

"Kita sudah melangkah satu tahap, mencari satu solusi di Partai Golkar dan PPP yang formatnya hampir mirip," tuturnya.

Yasonna menjelaskan kewenangan mahkamah partai untuk menuntaskan perselisihan telah sesuai amanat UU Partai Politik, yang pembahasannya sudah dilakukan jauh sebelum konflik Partai Golkar dan PPP.

"Karena hanya parpol yang mengetahui bagaimana menyelesakan persolan partainya," ujar Yasonna.


PILIHAN:

Din Syamsuddin: LGBT Langgar HAM
(dam)
Berita Terkait
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Waketum PPP Sangkal...
Waketum PPP Sangkal Aturan Tidak Ada Muscablub dan Muswilub Jelang Muktamar
Kader Gugat Hasil Muktamar...
Kader Gugat Hasil Muktamar PPP, Pengamat: Mustahil Partai Tanpa Gejolak
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved